Beranda Kutai Timur Bukan Sekadar Adu Strategi, Domino KKSS Bengalon Jadi Ajang Merawat Silaturahmi

Bukan Sekadar Adu Strategi, Domino KKSS Bengalon Jadi Ajang Merawat Silaturahmi

18 views
0

Wakil Bupati, Mahyunadi membuka Tournament Domino KKSS Bengalon Cup 2026. Foto: Alvian/Pro Kutim 

BENGALON – Permainan domino kini semakin diminati masyarakat. Bukan hanya sebagai permainan pengisi waktu luang, domino mulai berkembang menjadi ajang kompetisi yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah.

Hal itu terlihat dalam Open Tournament Domino Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Bengalon Cup 2026 yang digelar di Aula SMK Negeri 1 Bengalon, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 128 pasang peserta ikut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

Peserta tidak hanya berasal dari warga KKSS Kecamatan Bengalon, tetapi juga datang dari Kecamatan Sangkulirang dan Sangatta. Kejuaraan ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp15 juta.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut positif tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga domino. Menurutnya, domino kini telah berkembang dan masuk sebagai salah satu cabang olahraga.

“Domino sekarang sudah masuk cabang olahraga. Ini olahraga yang murah dan risikonya juga minim,” kata Mahyunadi.

Menurutnya, perkembangan domino sebagai olahraga patut didukung karena dapat menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar permainan tersebut tetap berada dalam koridor olahraga dan tidak bergeser menjadi perjudian.

“Jangan sampai ada penyimpangan ke arah judi. Jangan sampai hubungan dengan istri dan anak-anak terganggu, terjadi konflik rumah tangga, apalagi sampai meninggalkan ibadah,” tegasnya.

Mahyunadi juga mengungkapkan rencana menggelar kejuaraan domino di Sangatta pada November 2026 mendatang. Kegiatan tersebut akan dirangkai dengan peringatan HUT ke-54 Mahyunadi, dengan total hadiah yang disiapkan mencapai Rp54 juta.

Berbeda dengan kejuaraan KKSS Bengalon Cup yang dimainkan secara berpasangan, Mahyunadi menyebut kejuaraan di Sangatta nantinya akan menggunakan format perseorangan. Setiap peserta akan bermain secara mandiri sejak awal pertandingan hingga babak akhir.

“Insyaallah bulan November nanti kita buat di Sangatta. Hadiahnya Rp54 juta, sekaligus rangkaian HUT saya yang ke-54. Nanti permainannya perseorangan, berdikari dari awal,” ujarnya.

Ia berharap kejuaraan tersebut semakin memperkenalkan domino sebagai olahraga yang dapat dimainkan secara sehat, sportif dan menjauh dari praktik perjudian.

Mahyunadi juga berharap olahraga domino dapat semakin berkembang di Kutai Timur dan suatu saat dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Ia menilai domino memiliki peluang untuk menjadi salah satu cabang yang mampu menyumbangkan medali bagi kontingen Kutai Timur.

“Kalau bisa, ke depan domino ini dilombakan di Porprov. Kita berharap bisa menyumbangkan medali untuk Kutai Timur,” ujarnya.

Ketua Badan Pengurus Cabang KKSS Bengalon, Usman, mengatakan kejuaraan tersebut digelar untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyalurkan hobi melalui kegiatan yang positif.

“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya soal menang atau kalah. Yang paling penting kita bisa berkumpul, bersilaturahmi dan mempererat hubungan sesama warga KKSS dan masyarakat Bengalon,” kata Usman.

Ia mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa domino memiliki peminat yang cukup besar. Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara rutin.

Ketua Panitia, Hisbullah, mengatakan peserta berasal dari beberapa wilayah, dengan antusiasme yang cukup tinggi.

“Pesertanya cukup banyak, ada dari Bengalon, Sangkulirang dan Sangatta. Kami berterima kasih karena semua bisa ikut meramaikan kegiatan ini,” ujar Muchlis.

Menurutnya, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mencari pemain terbaik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan memperluas pertemanan.

“Harapan kami kegiatan ini berjalan lancar, semua peserta bermain dengan sportif dan tahun depan bisa kita adakan lagi dengan peserta yang lebih banyak,” katanya.

Kejuaraan Domino KKSS Bengalon Cup 2026 menjadi gambaran bahwa domino kini tidak sekadar permainan yang dimainkan di tengah masyarakat, tetapi telah berkembang menjadi aktivitas kompetitif yang diminati banyak kalangan, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan.(kopi4)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini