Jalannya kegiatan Merdeka Berbagi, Merdeka Peduli DPD KNPI Kutim.Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial. Semangat itu juga dapat dirawat melalui kepedulian, kebersamaan, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Nilai tersebut tergambar dalam kegiatan “Merdeka Berbagi, Merdeka Peduli” yang digelar DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutim bersama sekitar 100 anak dari empat panti asuhan di Polder Ilham Maulana, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Kadispora Kutim Basuki Isnawan untuk membuka acara mewakili Bupati Kutim, hadir pula perwakilan Lanal, Polres, Ketua DPD KNPI Kutim Avivurahman Algazali, Bendahara umum DPD KNPI Kutim Samsul Arif, serta ketua DPD KNPI Kecamatan Sangatta Utara yang juga merangkap sebagai ketua panitia Al Hafidz Qadimul Aziz.

Giat tersebut menjadi ruang kebersamaan bagi anak-anak panti asuhan untuk merasakan suasana perayaan kemerdekaan dalam nuansa yang lebih akrab dan penuh kegembiraan. Tidak sekadar menghadirkan perlombaan, kegiatan ini juga mempertemukan unsur kepemudaan, pemerintah, aparat, pihak swasta, serta anak-anak panti asuhan dalam satu kegiatan sosial.
Ketua DPK KNPI Sangatta Utara, Al Hafiz Qadimul Aziz, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan DPK KNPI Sangatta Utara bersama DPD KNPI Kutim dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap anak-anak panti asuhan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara generasi muda, pemerintah, dan anak-anak panti asuhan. Momentum kemerdekaan dipandang sebagai kesempatan untuk menghadirkan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan.
“Merdeka Berbagi, Merdeka Peduli” menjadi pesan utama yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut,” sebutnya.
Ditambahkan Aziz, kemerdekaan menurutnya, bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana generasi saat ini mengisinya dengan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi orang lain.

“Sebanyak kurang lebih 100 anak dari empat panti asuhan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Keempat panti asuhan itu yakni Panti Asuhan Ar-Rahmah, Panti Asuhan Hidayatullah, Panti Asuhan Darusolleh, dan Panti Asuhan Nurul Ikhlas,” tambahnya.
Ia pun berharap kegiatan “Merdeka Berbagi, Merdeka Peduli” dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan pada masa mendatang. Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan sehingga kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan cakupan peserta yang lebih besar.
Jika pada pelaksanaan kali ini jumlah peserta sekitar 100 anak, KNPI berharap ke depan kegiatan tersebut dapat menjangkau hingga 1.000 anak.

“Harapannya kegiatan ini bisa dilakukan ulang dengan skala yang lebih besar. Pemerintah bisa mendukung dan jumlah anak yang berpartisipasi bisa meningkat dari 100 menjadi 1.000,” harapnya.
Menurutnya, semakin banyak pemuda yang terlibat, semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan. Kegiatan semacam ini diharapkan tidak hanya menghadirkan kegembiraan sesaat, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kebersamaan, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.
Dari pantauan Pro Kutim, kehadiran anak-anak dari empat panti asuhan tersebut membuat suasana kegiatan semakin semarak. Mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan yang dirancang dengan pendekatan kebersamaan dan hiburan.

Sejumlah perlombaan khas perayaan Hari Kemerdekaan turut digelar. Di antaranya lomba memasukkan air ke dalam botol serta kuis yang menguji pengetahuan umum para peserta. Berbagai perlombaan tersebut dikemas untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman kebersamaan bagi anak-anak.
Hadiah perlombaan berasal dari dukungan sejumlah sponsor yang turut membantu terselenggaranya kegiatan. Dukungan tersebut datang dari PT Arus, Toko Sinar Bencana, Yara Beauty, Abang Al Group, PT MKS, AQA, MR, Milvi, Fico, Toko Favorit, YY, dan Acim.
Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa kegiatan sosial dapat tumbuh melalui kolaborasi. KNPI tidak berjalan sendiri, melainkan membuka ruang bagi masyarakat dan pihak swasta untuk ikut mengambil bagian dalam menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak.

Sementara itu, Kepala Dispora Kutim Basuki menyampaikan bahwa perayaan kemerdekaan merupakan milik seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, anak-anak panti asuhan juga memiliki hak yang sama untuk menikmati suasana kemerdekaan dengan penuh kegembiraan.
Ia mengapresiasi inisiatif KNPI yang menghadirkan anak-anak panti asuhan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial merupakan bentuk nyata rasa syukur dalam mengisi kemerdekaan.
“Hari kemerdekaan adalah milik kita semuanya,” ujarnya.
Basuki menilai, kemerdekaan harus diisi dengan berbagai kegiatan positif, termasuk dengan belajar sungguh-sungguh dan mengembangkan potensi untuk meraih prestasi. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi mengambil peran sesuai bidang dan kemampuan masing-masing.

Ia juga mengajak anak-anak muda untuk terus bersyukur, belajar dengan tekun, serta berprestasi di berbagai bidang. Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan, tetapi menjadi energi untuk membangun masa depan.
“Isi kemerdekaan dengan bersyukur, belajar giat dan rajin untuk berprestasi, serta berprestasi di berbagai bidang,” pesannya.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kemerdekaan dapat dirayakan melalui berbagai cara. Di tengah perlombaan dan canda anak-anak, terselip pesan bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang dapat dibagikan, sementara kepedulian dapat menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.(kopi15/kopi13/kopi3)



























