Beranda Kutai Timur Antisipasi Dampak El Nino, Bupati Ardiansyah Tegaskan Kutim Siaga Penuh Tanggulangi Karhutla 

Antisipasi Dampak El Nino, Bupati Ardiansyah Tegaskan Kutim Siaga Penuh Tanggulangi Karhutla 

36 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman hadir dalam Rakor Penanggulangan Karhurla. Foto: Irfan/Pro Kutim 

​SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Senin (24/8/2026) didampingi Kepala BPBD Kutim Sulastin, Dandim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidn, Kapolres Kutim AKBP Aryansyah, perwakilan Lanal Sangatta, Dinas Damkar dan Penyelamatan, Satpol PP,  perusahaan dan ormas terkait.

Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen daerah menghadapi ancaman musim kering ekstrem akibat fenomena El Nino.

Meskipun kondisi asap pekat saat ini mayoritas masih melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan bagian selatan dan tengah seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, Bupati Ardiansyah meminta jajarannya di Kutim tidak lengah. 

Menurutnya, langkah mitigasi dini yang telah dilakukan oleh Kabupaten Kutim sejak jauh-jauh hari telah membuahkan kesiapan optimal dalam mengantisipasi perluasan titik api maupun potensi kiriman asap.

​”Kita di Kutai Timur alhamdulillah sudah melakukan mitigasi sebelumnya. Jadi saya yakin, meskipun hari ini barangkali titik api itu ada, kita di Kutai Timur sudah siap untuk mengantisipasi dampak daripada meruasnya titik api, asap, dan sebagainya,” ujar Ardiansyah di hadapan para peserta rakor yang turut dihadiri oleh jajaran camat, kepala desa, serta unsur Manggala Agni.

​Sebagai langkah taktis, Bupati menginstruksikan kepada pihak BPBD untuk mengaktifkan posko utama secara maksimal setiap saat. Instruksi serupa juga diberikan kepada posko-posko penanggulangan karhutla di tingkat kecamatan serta desa agar mengintensifkan koordinasi secara berjenjang. Ia menekankan agar komunikasi lintas sektor, termasuk bersama Manggala Agni dan para kepala desa, terus dijaga tanpa terputus.

​Tidak hanya itu, Bupati juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap membakar sampah sisa pembersihan pekarangan rumah pada sore hari. 

Ia meminta agar aktivitas pembakaran sekecil apapun dihentikan sementara waktu mengingat ancaman cuaca kering yang dibawa oleh fenomena El Nino.

​”Sekecil apapun api yang kita temui, baik di jalan atau di pekarangan warga yang dibersihkan setiap sore, tolong itu dihentikan dulu. Karena yang datang ini El Nino, orang Spanyol saja mungkin tidak paham, tapi kita harus paham dampaknya. Sekecil apapun asap atau api harus segera dipadamkan agar tidak terekam sebagai titik panas yang meluas,” tegasnya.

​Dalam kesempatan yang sama, Bupati Ardiansyah juga melaporkan sejumlah langkah strategis kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, termasuk penerapan posko utama sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri serta penegakan hukum yang tegas terhadap pembakar hutan dan lahan. Pemerintah Kutim berkomitmen untuk bersikap proaktif terhadap kondisi kekinian di lapangan.

Menutup arahannya, Bupati berpesan kepada insan media massa agar senantiasa berkoordinasi dengan posko utama BPBD dalam menyajikan data titik panas (hotspot). Hal ini penting guna memastikan informasi yang disampaikan kepada publik bersifat akurat, dinamis, dan tidak terjebak pada akumulasi data kumulatif yang keliru menggambarkan situasi riil di lapangan. Meskipun kondisi udara di Sangatta masih tergolong aman, ia tetap mengimbau masyarakat dan petugas lapangan untuk berjaga-jaga menggunakan masker guna melindungi kesehatan.(kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini