Beranda Kutai Timur Intrusi Air Laut Menguat, Air Baku IPA Kabo Tetap Aman

Intrusi Air Laut Menguat, Air Baku IPA Kabo Tetap Aman

19 views
0

Pemantauan dan pengujian kadar klorida air Sungai Sangatta dilakukan Perumdam TTB Kutim untuk memastikan keamanan air baku IPA Kabo di tengah terpantau adanya intrusi air laut. (Humas Perumdam TTB Kutim untuk Pro Kutim)

SANGATTA – Intrusi air laut mulai terpantau di alur Sungai Sangatta pada saat pasang, tetapi kondisi tersebut belum menyentuh titik pengambilan air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo. Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan air baku yang masuk ke instalasi pengolahan masih aman dan memenuhi ketentuan untuk diproses menjadi air bersih.

Kepastian itu disampaikan Direktur Utama Perumdam TTB Kutim Suparjan, berdasarkan pemantauan berkala terhadap pergerakan intrusi air laut di sepanjang Sungai Sangatta selama Agustus 2026. Pengujian dilakukan secara bertahap di sejumlah titik sampel, terutama ketika muka air sungai berada dalam kondisi pasang.

Pemantauan tersebut menjadi penting bagi keberlangsungan pelayanan air bersih masyarakat. Sungai Sangatta merupakan sumber air baku bagi IPA Kabo sehingga perubahan kualitas air di bagian hilir perlu diawasi secara saksama, terutama ketika kadar garam meningkat akibat masuknya air laut ke badan sungai. Dalam pengujian, kadar klorida digunakan sebagai salah satu parameter untuk memantau intrusi air laut. Ambang batas maksimum baku mutu kadar garam atau klorida untuk air baku ditetapkan sebesar 300 ppm.

Hasil pemantauan menunjukkan perubahan kadar klorida yang cukup mencolok di Jembatan Kampung Kajang. Pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA, kadar klorida di titik tersebut masih tercatat 0,2 ppm. Empat hari kemudian, Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 16.30 WITA, angkanya meningkat menjadi 59,7 ppm. Perubahan lebih kentara terlihat pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA. Pengujian di Jembatan Kampung Kajang mencatat kadar klorida mencapai 315,6 ppm. Angka tersebut telah melampaui ambang batas baku mutu sebesar 300 ppm. Namun, hasil pengujian di titik yang lebih dekat dengan kawasan pengambilan air baku IPA Kabo menunjukkan kondisi berbeda.

Pada Senin yang sama, pukul 10.15 WITA, Perumda mengambil sampel di Kawasan Porodisa, yang berada sekitar 3 kilometer di hilir Intake IPA Kabo. Kadar klorida di lokasi tersebut hanya 2,5 ppm atau masih jauh di bawah ambang batas baku mutu. Perbedaan hasil tersebut menjadi dasar Perumda memastikan bahwa peningkatan kadar garam yang terdeteksi di Jembatan Kampung Kajang belum mencapai area intake IPA Kabo. Suparjan mengatakan pengujian di Kawasan Porodisa menjadi indikator penting dalam memastikan kondisi air baku yang masuk ke sistem pengolahan.

“Hasil uji di daerah Porodisa yang berjarak 3 km di hilir Intake IPA Kabo menunjukkan kadar klorida sebesar 2,5 ppm. Artinya, air baku yang masuk ke instalasi pengolahan IPA Kabo dipastikan AMAN dan laik untuk diproses menjadi air bersih,” tegas Suparjan.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa intrusi air laut tidak serta-merta membuat seluruh badan Sungai Sangatta berada dalam kondisi yang sama. Kadar klorida dapat berbeda menurut lokasi dan waktu pengambilan sampel, khususnya ketika pasang memengaruhi pergerakan air di sepanjang alur sungai. Karena itu, pemantauan berkala menjadi bagian penting untuk menjaga mutu air baku sekaligus mengantisipasi apabila intrusi bergerak lebih jauh ke arah titik pengambilan air. Bagi pelanggan, pengawasan tersebut berkaitan langsung dengan kesinambungan pelayanan air bersih yang diolah Perumdam TTB.

Pihak Perumdam TTB Kutim menyatakan akan melanjutkan pemantauan secara ketat dan berkala terhadap kondisi Sungai Sangatta. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan intrusi air laut serta menjaga kestabilan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan. Dengan demikian, meskipun kadar klorida di Jembatan Kampung Kajang pada Senin pagi telah menembus batas baku mutu, hasil pengujian di Kawasan Porodisa menunjukkan air pada area sekitar intake IPA Kabo masih berada dalam kondisi memenuhi baku mutu. Untuk saat ini, Perumdam TTB memastikan air baku yang masuk ke IPA Kabo tetap aman dan laik diolah menjadi air bersih bagi masyarakat. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini