Beranda Keagamaan Dari Suka Rahmat, Mahyunadi Ingatkan Jangan Biarkan Perbedaan Memecah Persatuan

Dari Suka Rahmat, Mahyunadi Ingatkan Jangan Biarkan Perbedaan Memecah Persatuan

11 views
0

Wabup Kutim Mahyunadi saat menyampaikan sambutan di acara Maulid Nabi di Desa Suka Rahmat. Foto: Lintang/Rusli Pro Kutim

TELUK PANDAN — Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman serta perbedaan yang ada. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Milad ke-6 Majelis Diba Qotrunnada di Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Berbuat Baik Saja untuk Desa Suka Rahmat Mandiri Bermartabat” tersebut turut dihadiri Camat Teluk Pandan Anwar, Kepala Desa Suka Rahmat Hasnawati, jajaran Forkopimcam, tokoh agama, pengurus majelis taklim, serta masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, tausiyah dijadwalkan disampaikan Ustaz Ilham Al Hidayah dari Bontang.

Dalam sambutannya, Mahyunadi mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW, khususnya dalam membangun kehidupan masyarakat yang tetap rukun meskipun terdapat perbedaan.

Ia menilai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat merupakan hal yang wajar, termasuk perbedaan dalam cara memperingati Maulid Nabi.

“Yang penting tetap kompak dan bersatu karena semuanya Islam. Yang acara maulid Islam, yang tidak suka maulid juga semuanya Islam. Yang penting semuanya kompak dan bersatu, dan jangan biarkan Indonesia terpecah belah karena perbedaan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat perlu berhati-hati terhadap perbedaan yang berkembang, terlebih di tengah kemajuan teknologi dan kebebasan menyampaikan pendapat melalui media sosial. Perbedaan pendapat, kata dia, jangan sampai berkembang menjadi konflik dan memecah persatuan masyarakat.

Mahyunadi kemudian mengajak masyarakat mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah SAW ketika membangun masyarakat Madinah yang terdiri atas berbagai kelompok.

“Jangan kita ambil perbedaannya, tapi kita hadir di sini dalam rangka untuk meneladani Rasulullah. Bagaimana Rasulullah membuat masyarakat menjadi maju. Bagaimana Rasulullah dulu di Madinah. Bahkan di Madinah dulu tidak semuanya Muslim. Ada juga yang pro, ada juga yang kontra terhadap Rasulullah, tapi semuanya bisa bersatu,” katanya.

Selain berbicara mengenai persatuan, Mahyunadi juga menyinggung pentingnya menjaga kehidupan masyarakat agar tetap berada dalam nilai-nilai agama. Ia mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan lingkungan desa yang aman, tertib, dan jauh dari kemaksiatan.

Ia menyebut pemerintah akan mengambil langkah terhadap aktivitas yang dinilai mengganggu ketenteraman masyarakat. Menurutnya, upaya tersebut perlu mendapat dukungan bersama agar lingkungan desa dapat berkembang dengan baik.

“Kalau mau tetap berkah di kampung kita ini, maka harus semakin banyak beriman dan bertakwa kepada Allah SWT,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Mahyunadi turut mengapresiasi pelaksanaan Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan Milad ke-6 Majelis Diba Qotrunnada. Ia mengaku melihat kekompakan ibu-ibu majelis taklim dalam memeriahkan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Majelis Diba Qotrunnada Nur Santi menjelaskan, majelis tersebut bermula dari pengajian desa yang diprakarsai oleh Erlina. Kegiatan tersebut kemudian berkembang hingga dirangkul oleh Pemerintah Desa Suka Rahmat di bawah pembinaan Kepala Desa Hasnawati.

Menurut Nur Santi, saat ini kegiatan majelis taklim telah berkembang dan melibatkan 12 majelis taklim di Desa Suka Rahmat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut membantu penyelenggaraan kegiatan Maulid dan Milad tersebut.

“Terima kasih untuk semua yang telah berpartisipasi pada acara siang ini. Hanya Allah yang akan membalas semua yang Ibu berikan pada acara Maulid ini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan lomba menghias pohon telur yang diikuti 12 peserta. Kepala Desa Suka Rahmat Hasnawati menyampaikan, Pemerintah Desa menyiapkan hadiah bagi para peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi ibu-ibu majelis taklim.

Mahyunadi turut memberikan apresiasi dengan menyatakan seluruh peserta mendapatkan hadiah masing-masing Rp500 ribu.

Ia berharap kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi dapat terus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan semangat masyarakat dalam menjaga persatuan di lingkungan desa.(kopi17/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini