Beranda Keagamaan Keteladanan Rasulullah Menggema dari Masjid As-Salam Kutim

Keteladanan Rasulullah Menggema dari Masjid As-Salam Kutim

26 views
0

Jalannya peringatan Maulid Nabi di Masjid As Salam dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA UTARA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat di Masjid As-Salam, Jalan Sulawesi, Kecamatan Sangatta Utara, Minggu (30/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dengan meneladani akhlak dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dihadiri langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah. Turut hadir Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Sulisman, Ketua Panitia Idrus Yunus, tokoh masyarakat, para ustaz, guru, serta jamaah dan masyarakat sekitar.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut semakin menambah kekhidmatan peringatan Maulid Nabi. Masjid As-Salam pada malam itu menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dalam satu ikatan keimanan, melantunkan shalawat serta mendengarkan kembali kisah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Ketua Panitia Idrus Yunus dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah hadir dan memberikan dukungan sehingga peringatan Maulid Nabi dapat terlaksana.

Menurutnya, kehadiran tokoh masyarakat, para ustaz, guru, serta masyarakat menjadi bentuk kebersamaan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Peringatan Maulid Nabi merupakan wujud kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Rasulullah SAW,” demikian makna yang disampaikan dalam sambutan panitia.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada malam tersebut dapat berjalan dengan lancar dan menjadi ibadah bagi seluruh jemaah yang hadir.

Penceramah Ahmad Suprianto dalam tausiyahnya menyampaikan sejumlah pesan penting tentang kehidupan, rasa syukur, serta keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam tausiyah tersebut adalah suasana Masjid As-Salam yang dinilai ramah terhadap anak-anak dan para musafir.

Menurutnya, masjid seharusnya menjadi tempat yang memberikan kenyamanan kepada seluruh umat, termasuk anak-anak. Anak-anak perlu diperkenalkan dengan suasana masjid sejak dini agar tumbuh kecintaan terhadap rumah Allah.

Anak-anak yang datang untuk berjamaah, menurutnya, perlu mendapatkan bimbingan dan pendidikan yang baik agar kelak tumbuh menjadi generasi yang memiliki kedekatan dengan agama dan masjid.

Masjid yang terbuka dan ramah terhadap anak-anak juga menjadi investasi bagi keberlangsungan jamaah di masa mendatang. Sebab, dari langkah-langkah kecil anak yang memasuki masjid hari ini, dapat tumbuh generasi yang kelak memakmurkan masjid.

Selain ramah terhadap anak-anak, Masjid As-Salam juga mendapat apresiasi karena terbuka bagi para musafir. Sikap tersebut mencerminkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus ruang persinggahan dan perlindungan bagi umat.

Menurut Ahmad Suprianto, semangat seperti itu patut menjadi perhatian bersama. Masjid tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi harus mampu menghadirkan kenyamanan dan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Suprianto turut mengajak jemaah untuk memahami berbagai peristiwa penting yang berkaitan dengan bulan Rabiul Awal.

Bulan tersebut memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah Islam karena berkaitan dengan sejumlah peristiwa dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, di antaranya kelahiran Rasulullah, perjalanan hijrah, serta wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa-peristiwa tersebut tidak hanya menjadi bagian dari sejarah yang dikenang, tetapi juga mengandung pelajaran penting bagi kehidupan umat Islam.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi awal hadirnya seorang utusan Allah yang membawa risalah Islam. Hijrah mengajarkan tentang perjuangan, pengorbanan dan keberanian untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Sementara itu, wafatnya Rasulullah menjadi pengingat bahwa manusia memiliki batas kehidupan di dunia, namun nilai dan ajaran yang diwariskan Rasulullah harus terus dijaga dan diamalkan.

Melalui pemahaman terhadap perjalanan hidup Rasulullah, umat Islam diharapkan tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi mampu mengambil hikmah untuk diterapkan dalam kehidupan.

Ahmad Suprianto turut menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan kekasih Allah, utusan-Nya dan penutup para nabi.
Rasulullah menjadi teladan bagi umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan.

Keteladanan tersebut tidak hanya terlihat ketika beliau menjalankan tugas sebagai utusan Allah, tetapi juga dalam kehidupan pribadi dan keluarga.

Sebagai hamba Allah, Nabi Muhammad SAW menunjukkan ketundukan dan rasa syukur yang luar biasa kepada Sang Pencipta.

Meskipun memiliki kedudukan yang mulia, Rasulullah tetap menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh. Ketekunan beliau dalam beribadah menjadi pelajaran bahwa kedekatan kepada Allah harus diwujudkan melalui kesungguhan dan rasa syukur.

Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa seseorang tidak seharusnya berhenti memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah hanya karena merasa telah memiliki banyak kebaikan.(kopi15/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini