Peserta mengikuti tahap perdana Selling Competition program Kutimpreneur Batch 2 di Wisma Rayah PT KPC, Sangatta, Selasa (15/9/2026). Foto: Istimewa
SANGATTA – Sebanyak 80 peserta terpilih mulai menapaki rangkaian pembinaan kewirausahaan melalui program Kutimpreneur Batch 2 yang digagas PT Kaltim Prima Coal (KPC). Program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) itu diawali dengan Selling Competition di Wisma Rayah PT KPC, Sangatta, Selasa (15/9/2026).
Mengusung tema “Kreatif Berkarya, Berani Berwirausaha”, program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kutim. Bagi peserta, rangkaian pembinaan ini menjadi ruang untuk menguji gagasan usaha, mengasah kemampuan berjualan, sekaligus mematangkan rencana bisnis.
Antusiasme terhadap program ini terlihat sejak masa pendaftaran. Panitia semula menargetkan 80-90 pendaftar selama periode registrasi 23 Agustus hingga 7 September 2026. Namun, jumlah pendaftar mencapai 156 orang. Setelah melalui proses seleksi penugasan, sebanyak 80 peserta ditetapkan mengikuti program. Mereka berasal dari 45 bidang usaha dengan latar belakang yang beragam. Sebanyak 50 peserta merupakan pelaku usaha aktif, 15 orang membawa ide bisnis yang hendak dirintis, sedangkan 14 lainnya merupakan mantan pelaku usaha yang ingin kembali membangun usahanya.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa program tidak hanya menyasar mereka yang telah memiliki usaha berjalan. Kesempatan juga diberikan kepada generasi muda yang masih berada pada tahap merancang bisnis maupun mereka yang hendak bangkit dan memulai kembali kegiatan usahanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim yang diwakili Dr Juniarti turut hadir dalam pembukaan. Hadir pula General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC Wawan Setiawan, Manager Community Empowerment (CE) Moh Yusuf, Manager Bengalon Community Relations and Development Department (BCRD) Syahruldin, Superintendent Local Business Development (LBD) Faizal, Superintendent Community Development BCRD Naufal Fadhil, Specialist CE Rio Rahim selaku Person in Charge (PIC) acara, serta Roinah Barokatin dari KITS Sangatta.
Specialist CE Rio Rahim mengatakan program tersebut menyasar wirausahawan muda berusia 18-30 tahun. Tahapan Selling Competition dilaksanakan dalam tiga tahap.
“Alhamdulillah pembukaan berjalan lancar dan hari ini langsung masuk sesi selling competition pertama. Harapan kami, kegiatan ini mampu menumbuhkan wirausahawan baru di Kutai Timur sehingga dapat mendongkrak perekonomian daerah sekaligus menekan angka pengangguran,” ujar Rio.

Pernyataan tersebut menempatkan kewirausahaan bukan hanya sebagai aktivitas ekonomi individual, tetapi juga sebagai salah satu jalan untuk memperluas kesempatan produktif bagi generasi muda. Ketika kemampuan usaha tumbuh, peserta diharapkan dapat mengembangkan kegiatan ekonomi yang lebih mandiri dan memberi pengaruh bagi lingkungan sekitarnya.
Setelah tahap Selling Competition, perjalanan peserta belum berhenti. Sebanyak 30 peserta terbaik akan dipilih untuk mengikuti Business Camp selama tiga hari dua malam. Tahapan ini kemudian dilanjutkan dengan Praktik Pengembangan Bisnis selama satu bulan penuh. Rangkaian tersebut dirancang berjenjang, dari kemampuan menjual hingga pengembangan usaha. Peserta tidak hanya berhadapan dengan gagasan di atas kertas, tetapi juga menjalani proses pembelajaran yang berkaitan dengan praktik pengembangan bisnis.
Puncak rangkaian pembinaan akan berlangsung melalui Business Proposal Competition. Dalam ajang tersebut, peserta akan mempresentasikan proposal bisnis di hadapan dewan juri dan investor potensial. Bagi pelaku usaha yang tengah merintis maupun mereka yang kembali membangun bisnis, tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk menguji kelayakan gagasan sekaligus melihat peluang pengembangannya. Dari sana, peserta diharapkan memiliki pijakan yang lebih kukuh dalam menjalankan usaha.
General Manager ESD KPC Wawan Setiawan mengapresiasi tingginya antusiasme peserta. Ia berpesan agar seluruh tahapan program dijalani dengan komitmen dan semangat berbagi.
“Mari menjadi pengusaha muda yang berjiwa sosial dan menciptakan kebaikan bagi sesama. Keberkahan adalah bekal penting dalam perjalanan panjang ke depan. Saya yakin, pada waktunya teman-teman akan menjadi pengusaha sukses,” tutur Wawan.

Pesan tersebut memberi warna tersendiri dalam program Kutimpreneur. Orientasi kewirausahaan tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan usaha, tetapi juga pada nilai sosial dan kemanfaatan bagi sesama.
Setelah seluruh rangkaian pembinaan selesai, KPC masih akan memberikan pendampingan dan pemantauan secara intensif selama dua tahun. Pendekatan itu ditujukan untuk menjaga kesinambungan perkembangan peserta sehingga usaha yang dibangun tidak berhenti pada tahap pelatihan atau kompetisi. Dengan jumlah pendaftar yang hampir dua kali lipat dari batas target awal, Kutimpreneur Batch 2 memperlihatkan besarnya minat terhadap ruang pengembangan kewirausahaan bagi generasi muda. Dari 156 pendaftar, 80 peserta kini mendapat kesempatan mengikuti proses pembinaan yang bertahap, mulai dari Selling Competition, Business Camp, praktik pengembangan bisnis, hingga Business Proposal Competition.
Pada akhirnya, program ini diarahkan untuk melahirkan wirausaha muda yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. Bagi Pemkab Kutim, tumbuhnya pelaku usaha baru bukan hanya berkaitan dengan keberlangsungan bisnis masing-masing peserta, melainkan juga dengan upaya memperkuat aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*/kopi3)






























