Beranda Kutai Timur Lomba Udang Galah di Gang Majaj, Mahyunadi Pesan Jaga Sungai sebagai Sumber...

Lomba Udang Galah di Gang Majaj, Mahyunadi Pesan Jaga Sungai sebagai Sumber Rezeki

19 views
0

Teks Foto: Suasana Lomba Mancing Udang Galah di Sungai Sangatta (Vian / Prokutim)

SANGATTA- Lomba memancing udang galah di RT 44 Gang Majaj, Desa Sangatta Utara, menjadi lebih dari sekadar ajang adu keberuntungan mendapatkan tangkapan terbesar. Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi itu membawa pesan tentang pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan sekaligus potensi ekonomi masyarakat.

Mahyunadi mengatakan, keberadaan udang galah di Sungai Sangatta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya sungai harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistemnya agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Ini bisa kita kembangkan menjadi ekonomi sirkular. Sungai kita jaga, habitat udang galah kita jaga, masyarakat mendapatkan manfaat ekonominya. Jadi bukan hanya hari ini kita datang memancing, tetapi bagaimana udang galah ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Mahyunadi.

Karena itu, Mahyunadi yang juga mencoba peruntungan dan skill mancingnya, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sangatta. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan enceng gondok yang tumbuh di sejumlah bagian aliran sungai dan berpotensi mengganggu kondisi perairan serta habitat udang galah.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membersihkan enceng gondok yang ada di daerah aliran Sungai Sangatta. Jangan sampai sungai kita tertutup dan habitat udang galah terganggu. Kalau sungainya kita rawat, insyaallah udang galahnya juga bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.
Selain menjaga kebersihan sungai, Mahyunadi mengingatkan pemancing untuk tidak mengambil seluruh hasil tangkapan. Udang galah berukuran kecil maupun yang sedang bertelur diminta untuk dilepaskan kembali agar memiliki kesempatan berkembang biak dan menjaga keberlangsungan populasinya.

“Yang kecil jangan diambil, yang bertelur juga harus kita rilis kembali. Kita harus berpikir bagaimana udang galah ini tetap ada dan berkembang. Kalau semua kita ambil, hari ini mungkin kita senang, tetapi ke depan anak cucu kita tidak lagi bisa menikmati potensi sungai ini,” tegasnya.

Kepala Desa Sangatta Utara, Mulyanti, mengatakan lomba tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan masyarakat. Warga tidak hanya berkumpul untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga memiliki ruang untuk berinteraksi dan membangun kebersamaan.

“Kita ingin kegiatan ini bukan hanya soal siapa yang mendapatkan udang paling besar atau paling banyak. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa berkumpul, saling mengenal dan mempererat hubungan. Dari sini kita juga berharap terbentuk komunitas pemancing yang bisa terus berkembang,” kata Mulyanti.

Menurut Mulyanti, terbentuknya komunitas pemancing juga dapat memberikan manfaat lebih jauh. Komunitas tersebut diharapkan ikut memiliki kepedulian terhadap kondisi sungai, termasuk menjaga kebersihan dan habitat yang menjadi tempat berkembangnya udang galah.

Lomba yang diikuti 200 peserta dengan menggunakan 84 perahu dan 4 ponton da hadiah puluhan juta rupiah ini dikemas dengan sejumlah kategori untuk menambah daya tarik peserta. Di antaranya jackpot udang galah capit biru dan capit kuning, kategori tangkapan dengan berat terberat, serta jumlah tangkapan terbanyak.

Kreativitas peserta juga mendapat ruang melalui kategori perahu hias terbaik. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menguji keterampilan memancing, tetapi juga menghadirkan hiburan dan kebersamaan bagi masyarakat yang hadir di kawasan Gang Majaj.

Melalui lomba tersebut, potensi Sungai Sangatta diperkenalkan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang memiliki nilai sosial, rekreasi dan ekonomi. Pesan yang dibawa Mahyunadi pun menjadi penting: sungai yang bersih dan habitat yang terjaga akan membuat udang galah tetap berkembang, sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.(kopi4)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini