Beranda Kutai Timur Kutim Perluas Layanan Medis, Tiga Program Kesehatan Menyasar Karangan

Kutim Perluas Layanan Medis, Tiga Program Kesehatan Menyasar Karangan

8 views
0

Senyum bahagia Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat cek kesehatan bersama masyarakat Karangan. Foto: Bagus/Pro Kutim

KARANGAN — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan BLUD Puskesmas Karangan meluncurkan program pelayanan kesehatan terpadu di Kantor Desa Karangan Dalam, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini mengintegrasikan tiga agenda utama sekaligus: Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DPTK), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta tracing Tuberkulosis (TBC).

Seluruh rangkaian pelayanan medis ini diberikan secara cuma-cuma (gratis) kepada seluruh lapisan masyarakat Karangan.

Dalam kegiatan ini, Pemkab Kutim menerjunkan tim medis lintas disiplin ilmu termasuk tiga dokter spesialis dari RSUD Sangkulirang untuk memberikan layanan rujukan langsung di lapangan, meliputi dr Andi Muldiani Spesialis Obstetri & Ginekologi untuk pelayanan USG ibu hamil dan kesehatan kandungan, dr Irham Khairi Spesialis Penyakit Dalam untuk pemeriksaan Diabetes Melitus (DM), Hipertensi (HT), dan penanganan kasus rujukan, dr Andi Muldiana Spesialis Anak untuk pemeriksaan kesehatan anak balita hingga usia sekolah.

Masa pendaftaran warga telah dibuka sejak 29 September hingga 2 Oktober 2026. Program ini turut didukung oleh TP-PKK Kutim, Pemcam Karangan, serta kemitraan dunia usaha melalui INDEXIM, PT Ganda Alam Makmur, PT Teladan Prima Agro, dan DSN Group.

Saat membuka acara secara resmi, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi efisiensi penggabungan tiga program kesehatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program Dokter Keliling merupakan bagian dari lima program prioritas Pemkab Kutim di bidang kesehatan.

Bupati juga memberikan perhatian khusus pada penanganan TBC dan memberi peringatan tegas kepada manajemen perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Karangan dan sekitarnya agar tidak memutus hubungan kerja (PHK) pekerja yang terdiagnosis TBC.

“Apabila ada karyawan yang terkena TBC, lalu dinyatakan unfit dan langsung dikeluarkan, itu berbahaya. Kalau dikeluarkan tanpa diobati, mereka kembali ke keluarga dan berpotensi menularkan ke lebih banyak orang. Perusahaan harus memfasilitasi pengobatannya sampai tuntas minimal 6 bulan,” tegas Ardiansyah.

Ardiansyah juga mengimbau warga memanfaatkan fasilitas kesehatan primer seperti Posyandu yang kini melayani seluruh siklus hidup mulai dari remaja, ibu hamil, balita, hingga lansia.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) menyasar delapan kecamatan yang jauh dari jangkauan rumah sakit. Karangan menjadi lokasi ketiga setelah Sandaran dan Batu Ampar, yang nantinya akan dilanjutkan ke Busang, Telen, Muara Ancalong, dan Long Mesangat.

Terkait bahaya TBC, Yuwana mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat kedua dunia untuk kasus TBC, dengan angka kematian nasional mencapai 125.000 jiwa per tahun (rata-rata 340 orang per hari).

“Kutai Timur saat ini menyumbangkan 15 Desa Siaga TBC dari total 46 desa di Kalimantan Timur. Kami berharap Desa Karangan Dalam dan kecamatan Karangan bisa segera menyusul membentuk Desa Siaga TBC,” ujar Yuwana.

Di tempat yang sama, Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolusis Indonesia (PPTI) Cabang Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, menekankan pentingnya peran kader Pemberantas Menstruasi dan Tuberkulosis (PMO) serta kewaspadaan terhadap kasus TBC Resisten Obat (TBC RO). Ia meminta dukungan penuh dari pihak swasta untuk memberikan akses penyuluhan dan tracing TBC di lingkungan perusahaan.

Camat Karangan, Muhammad Reza Fahlevi, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian Pemkab Kutim terhadap pemenuhan hak kesehatan warga di kawasan terpencil.

“Kehadiran dokter spesialis langsung di tengah masyarakat Karangan merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Kami mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya demi mewujudkan masyarakat Karangan yang sehat dan maju,” tutup Reza.(kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini