Beranda Kutai Timur Intake Ponton Kabo Beroperasi, Produksi Air Capai 312 Liter per Detik

Intake Ponton Kabo Beroperasi, Produksi Air Capai 312 Liter per Detik

5 views
0

Teks foto:
Perumdam Kutim mulai mengoperasikan intake ponton di kawasan IPA Kabo, Sangatta Utara, untuk menjaga produksi air bersih selama musim kemarau. Foto: Humas Perumdam TTB untuk Pro Kutim

SANGATTA – Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam TTB Kutim) mulai mengoperasikan intake ponton di kawasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (2/10/2026). Fasilitas pengambilan air baku ini diharapkan mampu menjaga produksi air bersih di tengah kemarau dan fenomena El Niño yang diperkirakan berlangsung hingga November.

Beroperasinya intake ponton menjadi salah satu langkah Perumdam Kutim untuk mempertahankan kontinuitas pasokan air bersih bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan setelah produksi air perusahaan daerah itu mengalami penurunan selama periode kemarau, dengan penyusutan yang sempat mencapai 20 persen.

Pengoperasian fasilitas diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas keberlangsungan pelayanan selama musim kemarau. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan prosesi pengoperasian pompa secara bertahap. Setelah fasilitas tersebut mulai beroperasi, total produksi air di IPA Kabo mencapai 312 liter per detik.

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, mengatakan pengoperasian intake ponton merupakan bagian dari kesiapan perusahaan menghadapi kekeringan yang diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

“Intake ponton ini menjadi salah satu bentuk ketangguhan kita dalam menghadapi kemarau El Nino yang diperkirakan sampai November. Ini juga untuk meyakinkan pemerintah daerah bahwa kita terus melakukan langkah-langkah dalam menghadapi kondisi kekeringan,” ujar Suparjan.

Ia menjelaskan, selama fenomena El Niño berlangsung, produksi air Perumdam Kutim mengalami penurunan secara bertahap. Penyusutan produksi tercatat mulai sekitar 10 persen, meningkat menjadi 15 persen, hingga mencapai 20 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjaga ketersediaan air bersih agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Dengan beroperasinya intake ponton, perusahaan berharap produksi air dapat kembali mendekati kondisi normal. Keberadaan fasilitas ini diharapkan turut menjaga kestabilan pelayanan, terutama ketika ketersediaan air baku dari Sungai Sangatta mengalami tekanan akibat musim kemarau.

“Dengan intake ponton ini, semoga produksi kita kembali seperti semula sehingga masyarakat tetap tenang,” katanya.

Bagi masyarakat, keberlanjutan produksi air bersih menjadi hal penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, kemampuan instalasi pengolahan air mempertahankan pasokan di tengah perubahan kondisi sungai menjadi salah satu aspek yang menentukan kesinambungan pelayanan.

Selain menopang penyediaan air bersih, pengoperasian intake ponton juga berkaitan dengan dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selama ini, air yang dipasok Perumdam Kutim turut digunakan untuk memenuhi kebutuhan mobil pemadam kebakaran dan mobil tangki dalam upaya penanggulangan kebakaran.

“Intake ponton ini juga menjadi bagian dari kesiapan kita dalam membantu penanganan karhutla, karena mobil pemadam dan mobil tangki menggunakan air dari Perumdam. Tercatat bantuan air kita untuk penanganan karhutla mencapai 1.000 meter kubik,” ungkapnya.

Suparjan menambahkan, pengoperasian fasilitas tersebut juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar seluruh proses berjalan optimal. Ia berharap intake ponton dapat berfungsi maksimal sehingga mendukung perusahaan dalam menjaga produksi sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Acara hari ini merupakan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur karena sampai saat ini kita masih dapat melewati musim kemarau. Kita berdoa agar terus dimudahkan dan diberikan kemampuan, sehingga pengoperasian intake baru ini dapat berjalan maksimal,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Direktur Umum Perumdam TTB Kutim Muhammad Ja’is, Direktur Teknik Galuh Boyo Munanto, anggota Dewan Pengawas Arjohansyah dan Andi Agri, serta jajaran manajemen dan pegawai Perumdam Kutim.

Secara teknis, intake ponton dilengkapi pompa sentrifugal dengan kapasitas hingga 150 liter per detik. Struktur ponton memiliki panjang 5,5 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi sekitar 1 meter. Fasilitas ini juga dilengkapi atap setinggi 2,5 meter serta pagar pengaman untuk melindungi petugas saat menjalankan operasional.

Sistem ponton dipilih karena dapat mengikuti perubahan muka air Sungai Sangatta akibat kondisi pasang surut. Dengan posisi pompa yang mampu menyesuaikan ketinggian permukaan air, proses pengambilan air baku diharapkan tetap berlangsung optimal meskipun debit sungai menurun selama musim kemarau.

Karakteristik tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga pasokan air baku ke IPA Kabo. Ketika permukaan sungai berubah, kemampuan fasilitas menyesuaikan posisi pengambilan air diharapkan membantu mempertahankan proses produksi sehingga pelayanan kepada pelanggan tidak mengalami gangguan berkepanjangan.

Melalui pengoperasian intake ponton, Perumdam TTB Kutim berharap produksi air di IPA Kabo tetap terjaga selama periode kemarau dan fenomena El Niño. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan daerah mempertahankan kontinuitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kutai Timur, di tengah kondisi ketersediaan air baku yang mengalami perubahan akibat faktor cuaca. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini