Beranda Kutai Timur Mahyunadi Tegaskan Tak Ada Kongkalikong Penetapan TPA Kilometer 5

Mahyunadi Tegaskan Tak Ada Kongkalikong Penetapan TPA Kilometer 5

1 views
0

Wakil Bupati Mahyunadi memberikan sambutan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad di BPU Kecamatan Sangatta Utara. Foto: Masnia/Pro Kutim

SANGATTA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Kerukunan Keluarga Pinrang (KKP) Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kekompakan warga Pinrang yang berdomisili di Kutim.

Kegiatan berlangsung di Ruang BPU Kantor Camat Sangatta Utara, Minggu (4/10/2026), dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Forkopimda, Ketua FKUB Ismaun, Ketua KKP Kalimantan Timur Ridwan Tassa, tokoh agama, serta masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyunadi turut menyampaikan penjelasan terkait polemik penetapan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kilometer 5. Ia menegaskan, dirinya tidak terlibat dalam kongkalikong terkait pengadaan maupun penetapan lahan tersebut.

Mahyunadi menjelaskan, penentuan lokasi TPA telah melalui beberapa kali rapat dan pertimbangan, mengingat fasilitas tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengelolaan sampah serta penggantian fasilitas pembuangan sampah dari kawasan Batota yang selama ini juga menampung sampah KPC.

“Insyaallah, saya ikrarkan kepada seluruh saudara-saudara saya, masyarakat keluarga Pinrang, saya tidak terbiasa sedikit pun ada kongkalikong penetapan lahan di Kilometer 5 tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, sejumlah lokasi sempat menjadi pertimbangan, mulai dari bekas tambang, kawasan Rantau Pulung, sekitar Kantor Camat Rantau Pulung, Kilometer 5 hingga Kilometer 12. Setelah melalui penilaian dan pertimbangan berbagai aspek, Kilometer 5 akhirnya dipilih sebagai lokasi TPA.

Salah satu pertimbangan utama, kata Mahyunadi, yakni jarak yang relatif dekat sehingga dapat menekan biaya operasional pengangkutan sampah. Selain itu, pengelolaan sampah nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.

“Karena jangkauannya dekat, sehingga lebih dekat bisa meminimalisir biaya operasional. Kalau jauh, biaya operasionalnya tinggi,” jelasnya.

Mahyunadi juga menyebut pembangunan TPA di Kilometer 5 berkaitan dengan rencana pengembangan akses jalan yang menghubungkan kawasan Kilometer 5 menuju Kabo. Keberadaan TPA dinilai berada pada posisi strategis di antara kedua kawasan tersebut.

Ia berharap penjelasan tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang sekaligus memastikan masyarakat, khususnya keluarga besar Pinrang, bahwa proses penetapan lokasi TPA tidak melibatkan kepentingan pribadi maupun kongkalikong.

Di sisi lain, Mahyunadi mengajak keluarga besar Pinrang di Kutim untuk terus menjaga persatuan dan kekompakan. Menurutnya, persatuan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Salah satu modal utama yang bisa kita pakai untuk membangun dengan baik itu adalah persatuan. Karena walaupun banyak duit, walaupun kita banyak terkait sumber daya alam, tapi kalau tidak kompak, kita bercerai-berai, maka kita tidak bisa membangun,” ujarnya.

Ia berharap KKP dapat terus menjadi wadah yang mengayomi anggotanya, memfasilitasi penyelesaian persoalan, serta memperkuat hubungan dengan berbagai paguyuban dan masyarakat lainnya di Kutim.

Sementara itu, Ketua KKP Kutim Nirwan Rais menyampaikan bahwa organisasi tersebut terus mengembangkan kepengurusan hingga tingkat kecamatan. Saat ini, KKP telah membentuk kepengurusan di sejumlah kecamatan dan ditargetkan dapat berkembang hingga mencakup seluruh kecamatan di Kutim.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut sekaligus menjadi ruang memperkuat nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari serta membangun kerukunan sosial masyarakat yang berbudaya dan beradab Islami.(kopi17/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini