Rekonstruksi Jalan Sangatta-Rantau Pulung, Pemkab Kutim Dahulukan Titik Rawan

Perbaikan ruas jalan Sangatta-Rantau Pulung. Foto Miftah/Lintang/Pro Kutim.

Perbaikan ruas jalan Sangatta-Rantau Pulung. Foto Miftah/Lintang/Pro Kutim.

SANGATTA - Bagi warga yang melintasi jalan poros Sangatta-Rantau Pulung, perbaikan pada bagian paling rawan menjadi tumpuan harapan untuk memperoleh perjalanan yang lebih nyaman. Sejumlah titik yang mengalami kerusakan kini mulai ditangani. Pelaksanaannya didahulukan pada bagian yang paling membutuhkan pembenahan, sebelum berlanjut ke ruas lainnya.

Pekerjaan tersebut terlihat dalam perjalanan menuju lokasi peresmian jalan lintas bawah atau underpass milik PT Kaltim Nusantara Coal (KNC) di Kecamatan Rantau Pulung, Kamis (5/11/2026). Di sepanjang perjalanan, sejumlah bagian jalan sedang diperbaiki melalui program rekonstruksi Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Kepala Dinas PUPR Kutim Tabrani Aji, yang mendampingi Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam kunjungan kerja ke Rantau Pulung, menjelaskan bahwa penanganan jalan poros dari Sangatta Utara menuju Rantau Pulung mencakup panjang kurang lebih enam kilometer. Anggaran yang disiapkan Rp43,5 miliar, penanganan rigid beton sekitar 4km, perbaikan paching sekitar 2,5km, dengan pelaksanaan melalui skema tahun jamak untuk periode 2026-2027.

Rekonstruksi dilakukan bertahap. Titik yang tergolong vital, paling rawan, dan mengalami kerusakan parah mendapat giliran lebih dahulu. Dengan pola tersebut, pekerjaan belum berlangsung secara menyeluruh pada semua bagian jalan dalam waktu bersamaan.

“Pembangunannya tidak secara keseluruhan sekaligus, tetapi kita mengambil spot-spot yang kategorinya vital dan rusak parah. Selanjutnya, dari simpang menuju arah kota juga akan kita lanjutkan sekitar 2 hingga 3 kilometer,” jelasnya.

Penjelasan Tabrani menempatkan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak sebagai dasar penentuan prioritas. Bagi masyarakat, bagian jalan yang ditangani lebih awal itulah yang diharapkan segera memberikan kemudahan saat bepergian maupun menjalankan kegiatan sehari-hari.

Kontrak pekerjaan berlangsung selama dua tahun anggaran, yakni 2026 hingga 2027. Seluruh pengerjaan ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2027. Rentang pelaksanaan tersebut menjadi kerangka waktu bagi penuntasan rekonstruksi yang kini mulai terlihat di sejumlah titik.

Rekonstruksi Sangatta-Rantau Pulung merupakan bagian dari rangkaian pekerjaan infrastruktur yang disiapkan Dinas PUPR Kutim melalui program tahun jamak. Tabrani menyebutkan, program itu mencakup 11 ruas pekerjaan jalan dan tiga titik pembangunan jembatan.

Selain jaringan penghubung antardaerah, penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di periode ini akan dilaksanakan di 8 kecamatan, yaitu Teluk Pandan, Bengalon, Sangkulirang, Kaubun, Telen, Long Mesangat, Busang dan Muara Bengkal. Pekerjaan jalan, jembatan, serta fasilitas penyediaan air minum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kabupaten meningkatkan infrastruktur pelayanan masyarakat.

Di Rantau Pulung, perkembangan pekerjaan itu mendapat perhatian Camat Vita Nurhasanah. Ia menyampaikan apresiasi atas perbaikan yang selama ini diupayakan bersama dinas terkait, terutama pada ruas Sangatta-Rantau Pulung di kawasan SP 4 Desa Rantau Makmur.

“Kami sangat berterima kasih. Ternyata usaha yang selama ini kita upayakan kepada dinas terkait, dalam hal ini Dinas PUPR, akhirnya berprogres. Peningkatan atau perbaikan jalan yang ada di ruas Sangatta-Rantau Pulung, khususnya di SP 4 Desa Rantau Makmur, saat ini sudah sangat berprogres,” ungkap Vita.

Bagi pemerintah kecamatan, kemajuan di kawasan tersebut merupakan perkembangan positif untuk masyarakat setempat. Jalan yang lebih baik diharapkan memudahkan mobilitas sekaligus menunjang aktivitas sosial dan perekonomian warga Rantau Pulung.

Namun, selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan masih perlu menyesuaikan perjalanan dengan kondisi di lapangan. Vita mengimbau masyarakat bersabar ketika melintasi bagian yang sedang dikerjakan. Dukungan warga, menurut harapannya, dapat membantu kelancaran pembangunan hingga manfaatnya bisa dirasakan bersama.

Di ruas jalan poros Sangatta-Rantau Pulung, pembenahan bermula dari bagian yang paling rawan. Dari titik-titik itulah harapan akan akses yang lebih nyaman berangsur ditata, dengan sasaran akhir memperlancar perjalanan dan kegiatan warga yang bergantung pada jalur tersebut. (Lin/Yus/Fj)

10550
Lin
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...