Kafilah Kutim Murjanu Alawi. Foto: Dewi/Pro Kutim
SEMARANG – Usianya baru 14 tahun, namun pengalaman Muhammad Murjani Alawi di panggung musabaqah tilawatil Qur’an sudah cukup panjang. Kafilah asal Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Kalimantan Timur, tersebut menjadi salah satu peserta termuda yang memperkuat kafilah Kalimantan Timur pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Murjani ditemui di lobi Hotel Aston Inn Pandanaran, Jalan Pandanaran Nomor 40, Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, pada Sabtu pagi, 12 September 2026. Dengan usia yang masih belia, ia datang membawa pengalaman sekaligus harapan besar untuk menorehkan prestasi pada ajang nasional tersebut.
Putra asal Bengalon itu saat ini menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Madaniyah Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar pesantren, Murjani terus mengasah kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an yang mengantarkannya mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.
Pada MTQ Nasional ke-31 di Semarang, Murjani mengikuti cabang Tahfidz Al-Qur’an 1 Juz Putra. Cabang tersebut menjadi kesempatan baginya untuk kembali menguji kemampuan sekaligus membawa nama Kabupaten Kutim dan Kalimantan Timur di panggung nasional.
Keikutsertaan Murjani bukan tanpa bekal. Ia memiliki catatan prestasi yang menjadi modal kepercayaan diri menghadapi persaingan di tingkat nasional. Salah satunya adalah keberhasilannya meraih juara I cabang Tilawah Anak-Anak Putra pada Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional di Kendari tahun 2025.
Prestasi serupa juga diraihnya pada tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025. Murjani berhasil keluar sebagai juara I cabang Tilawah Anak-Anak Putra, setelah bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Tidak berhenti pada kompetisi di dalam negeri, kemampuan Murjani juga pernah membawanya mengikuti MTQ internasional secara daring. Dalam ajang yang digelar secara online dan diikuti peserta dari berbagai negara tersebut, Murjani berhasil meraih juara I di Malaysia.
Deretan prestasi itu menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk berprestasi. Di balik sosoknya yang masih duduk sebagai pelajar, tersimpan ketekunan dalam mempelajari Al-Qur’an dan keberanian untuk tampil di berbagai ajang perlombaan.
Meski demikian, Murjani tidak ingin menjadikan prestasi sebelumnya sebagai alasan untuk berpuas diri. MTQ Nasional ke-31 menjadi tantangan baru yang harus dihadapi dengan persiapan, ketenangan dan keyakinan.
Ia berharap dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan lancar dan memberikan penampilan terbaik.

“Harapannya semoga bisa lancar dan insyaallah bisa mendapatkan juara satu,” ujar Murjani.
Harapan sederhana itu menjadi tekad bagi kafilah muda asal Bengalon tersebut. Di tengah persaingan peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia, Murjani membawa semangat untuk tampil maksimal sekaligus mengharumkan nama Kutim dan Kalimantan Timur.
Keikutsertaannya juga menjadi gambaran bahwa pembinaan generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an terus melahirkan talenta-talenta baru. Dari Bengalon, Murjani melangkah ke panggung nasional dengan bekal hafalan, pengalaman dan prestasi yang telah diraihnya.
Kini, di usia 14 tahun, langkah Murjani di MTQ Nasional bukan sekadar mengejar gelar juara. Lebih dari itu, kehadirannya menjadi bagian dari perjalanan panjang generasi muda dalam menjaga kecintaan terhadap Al-Qur’an. Dengan doa dan ikhtiar, ia berharap lantunan ayat suci yang selama ini dipelajarinya dapat mengantarkannya kembali ke podium terbaik.(kopi15/kopi13/kopi3)










