SANGATTA – Rintik hujan yang membasahi Kota Sangatta pada Minggu pagi (1/11/2026) seolah menambah kesejukan suasana Tablig Akbar bersama Ustaz Das’ad Latif di Masjid Agung Al Faruq. Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Swara Mandiri Ummat tersebut dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama istri, Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Jimmi serta jajaran Forkopimda.
Dalam ceramahnya, Ustaz Das’ad Latif menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang dekat dengan kehidupan rumah tangga. Ia mengajak para ibu dan bapak untuk kembali memahami peran masing-masing dalam membangun keluarga yang harmonis, berlandaskan agama, saling menghormati, serta memberikan keteladanan kepada anak-anak.

Kepada para ibu, ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan, terutama dengan menghindari kebiasaan bergosip atau membicarakan keburukan orang lain. Menurutnya, seorang istri juga perlu senantiasa menghormati suami dan menghargai orang tua dari pihak suami sebagai bagian dari menjaga keharmonisan keluarga.
Selain itu, ia mengajak kaum ibu untuk tidak hanya menjalankan ibadah wajib, tetapi juga memperbanyak amalan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau mau rezeki yang baik, jangan tinggalkan salat Dhuha,” pesannya, seraya mengingatkan bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban, melainkan juga bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sementara kepada para bapak, Ustaz Das’ad menekankan pentingnya menjadi teladan yang baik bagi keluarga. Seorang suami tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga harus mampu menghadirkan kebahagiaan dan rasa nyaman bagi istri serta anak-anaknya.
Ia mengingatkan para suami agar tidak pelit menunjukkan kasih sayang kepada istri. Hal sederhana seperti memberikan pujian, mengucapkan kata-kata yang menyenangkan, hingga sesekali memberikan hadiah dapat menjadi bentuk perhatian yang berarti dalam rumah tangga.

Ia juga menegaskan bahwa memuliakan istri merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Suami hendaknya menyayangi, menghargai, dan memperlakukan istri dengan baik, sebagaimana keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan berkeluarga.
Tak kalah penting, ia mengingatkan para orang tua untuk menjaga dan memperhatikan anak-anak. Pendidikan keluarga tidak hanya dilakukan melalui nasihat, tetapi harus dibarengi contoh nyata dari perilaku ayah dan ibu dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup pesan ceramahnya, Ustaz Das’ad mengajak seluruh jamaah untuk memahami bahwa kehidupan dunia tidak berlangsung selamanya. Harta dan kedudukan bisa berlalu, tetapi kebaikan yang ditanamkan dan dicontohkan kepada orang lain akan terus hidup.
“Yang abadi adalah kebaikan kita yang kita contohkan kepada masyarakat,” menjadi pesan reflektif bagi jamaah untuk senantiasa menebarkan kebaikan, dimulai dari lingkungan keluarga.
Melalui Tablig Akbar tersebut, jemaah diajak menjadikan keluarga sebagai tempat pertama untuk menanamkan nilai-nilai agama, kasih sayang, dan keteladanan. Sebab, keluarga yang baik tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi juga melalui sikap dan perbuatan yang dicontohkan setiap hari.(Put/Fan/Fj)









