Dari Kutim untuk Kaltim di Panggung MTQ Nasional 

Dari Kutim untuk Kaltim di Panggung MTQ Nasional 

Kafilah Kutim siap memnerikan yang terbaik di MTQ Nasional 2026. Foto: Dewi/Pro Kutim

SEMARANG – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menorehkan kiprah di panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak 12 peserta asal Kutim dipercaya memperkuat kafilah Provinsi Kalimantan Timur dalam ajang nasional yang mempertemukan para generasi terbaik di bidang seni baca, hafalan, pemahaman, penulisan, hingga syiar Al-Qur’an.

Keikutsertaan belasan peserta tersebut menjadi bagian penting dari kontribusi Kutim dalam membawa nama Kalimantan Timur pada MTQ Nasional 2026. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan, dengan dominasi peserta dari Sangatta Utara, disusul Sangkulirang, Bengalon, dan Sangatta Selatan.

Kehadiran para peserta tidak sekadar menjadi representasi daerah, tetapi juga mencerminkan proses pembinaan sumber daya manusia di bidang Al-Qur’an yang terus berkembang di Kutai Timur. Mereka hadir membawa kemampuan, pengalaman, serta harapan untuk memberikan penampilan terbaik di tingkat nasional.

Dari 12 peserta tersebut, cabang yang diikuti cukup beragam. Mulai dari Qiro’at Murattal, Qiro’at Mujawwad, Tilawah, Tahfidz, Fahmil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Khat Al-Qur’an, hingga Syarhil Qur’an.

Keragaman cabang itu menunjukkan bahwa prestasi di bidang Al-Qur’an tidak hanya bertumpu pada kemampuan melantunkan ayat suci dengan suara yang indah, tetapi juga mencakup kekuatan hafalan, pemahaman, kemampuan berpikir, keterampilan menulis, seni kaligrafi, serta kemampuan menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an kepada masyarakat.

Adapun 12 peserta asal Kutim yang menjadi bagian dari kafilah Kalimantan Timur pada MTQ Nasional 2026, yakni Muhammad Abdan Faza, asal Sangatta Utara, mengikuti cabang Qiro’at Murattal Dewasa, Nadita Aisyah, asal Sangkulirang, mengikuti cabang Tilawah Dewasa Putri, Fajriatinnur, asal Sangatta Utara, mengikuti cabang Qiro’at Mujawwad Dewasa Putri, Norhalisa, asal Sangatta Utara, mengikuti cabang Tilawah Remaja Putri, Murjani Alawi, asal Bengalon, mengikuti cabang Tahfidz 1 Juz Putra, Nita Rahmatiah, asal Sangatta Utara, mengikuti cabang Tahfidz 5 Juz Putri, Syifa, asal Sangatta Utara, mengikuti cabang Fahmil Qur’an Putri, Nor Aidila Fitria, asal Sangatta Selatan, mengikuti cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Herda Zhahira, asal Sangatta Selatan, mengikuti cabang Fahmil Qur’an Putri, Arif Anggara, asal Bengalon, mengikuti cabang Khat Mushaf Putra, Azkia, asal Sangatta Utara, mengikuti cabang Syarhil Qur’an, Khairin Arafat, asal Sangatta Utara, mengikuti cabang Syarhil Qur’an.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa potensi generasi Qur’ani Kutim tersebar pada berbagai bidang. Dari suara dan lantunan ayat, kekuatan hafalan, pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an, kemampuan menuangkan gagasan secara ilmiah, hingga seni menulis ayat dalam bentuk khat.

Bagi Kutim, keterlibatan 12 peserta dalam kafilah Kalimantan Timur menjadi kebanggaan tersendiri. Setiap peserta membawa identitas daerahnya masing-masing, namun dalam arena MTQ Nasional mereka berdiri dalam satu barisan sebagai bagian dari representasi Provinsi Kalimantan Timur.

Perjalanan menuju panggung nasional tentu tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Ketekunan berlatih, kedisiplinan, kesiapan mental, penguasaan materi, serta dukungan pembina dan lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan para peserta.

MTQ Nasional juga menjadi ruang pembuktian bagi para peserta untuk mengukur kemampuan yang selama ini diasah melalui berbagai proses pembinaan. Bertemu dengan peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia menjadi pengalaman berharga sekaligus kesempatan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas.

Bagi sebagian peserta, panggung MTQ Nasional mungkin menjadi arena untuk mengejar prestasi. Namun lebih dari itu, kehadiran mereka juga membawa pesan bahwa pembinaan generasi Qur’ani merupakan investasi jangka panjang bagi daerah.

Sebab, prestasi yang lahir dari MTQ tidak semestinya berhenti pada piala dan penghargaan. Nilai yang lebih besar terletak pada bagaimana kecintaan terhadap Al-Qur’an tumbuh menjadi karakter, pengetahuan, dan perilaku yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Keikutsertaan 12 peserta Kutai Timur di MTQ Nasional 2026 juga menjadi gambaran bahwa potensi daerah dapat tumbuh dari berbagai penjuru. Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Sangkulirang, dan Bengalon turut menyumbangkan putra-putri terbaiknya untuk memperkuat kafilah Kalimantan Timur.(kopi15/kopi13/kopi3) 

kopi 15
Memuat tombol bagikan...