SANGATTA – Bulan Ramadan menghadirkan suasana khidmat yang sarat makna kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Dalam nuansa religius yang meneduhkan itu, Pemkab Kutim menggelar buka puasa bersama yang dirangkai dengan acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu, (11/3/2026).
Momentum tersebut menjadi penanda peralihan tugas dari Kajari Kutim sebelumnya, Reopan Saragih, kepada pejabat yang baru, Tutuko Wahyu Minulyo. Pergantian pucuk pimpinan lembaga penegak hukum di daerah itu berlangsung dalam suasana hangat, penuh penghormatan, sekaligus sarat harapan akan kesinambungan kerja sama yang telah terjalin.

Tutuko Wahyu Minulyo sebelumnya mengemban tugas sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau. Kini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kajari Kutim, melanjutkan estafet kepemimpinan yang sebelumnya dijalankan oleh Reopan Saragih.
Acara tersebut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah itu mencerminkan jalinan sinergi yang terpelihara antara lembaga penegak hukum, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendukung pembangunan daerah.

Pergantian kepemimpinan ini merupakan bagian dari mutasi pejabat di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Proses tersebut ditandai dengan pelantikan, pengambilan sumpah, serta serah terima jabatan pejabat eselon III di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) yang dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim Supardi pada Senin, (9/3/2026), di Samarinda.
Dalam mutasi itu, Reopan Saragih, yang sebelumnya menjabat Kajari Kutim mendapat penugasan baru sebagai Kajari Berau. Ia menggantikan pejabat sebelumnya, Gusti Hamdani, yang kini mengemban amanah sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) pada Kejati Kaltim.

Reopan Saragih sendiri mulai bertugas sebagai Kajari Kutim setelah dilantik pada 30 Agustus 2024. Selama menjalankan tugas di daerah tersebut, ia menjalin koordinasi dan kemitraan dengan pemerintah daerah serta unsur Forkopimda dalam mendukung penegakan hukum dan penyelenggaraan pembangunan.
Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan Reopan Saragih selama menjalankan tugas di Kutim. Menurutnya, kerja sama antara Kejari dan pemerintah daerah selama ini berjalan selaras dalam menopang iklim pemerintahan yang tertib serta mendukung pembangunan daerah.

“Pergantian jabatan ini adalah bagian dari dinamika tugas. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Reopan Saragih atas dedikasi dan kebersamaan selama ini di Kutim. Banyak hal baik yang sudah kita bangun bersama,” ujar Ardiansyah.
Ia juga menyampaikan sambutan hangat kepada Tutuko Wahyu Minulyo yang kini mengemban amanah sebagai Kajari Kutim. Bupati berharap sinergi yang telah terbina dapat terus diperkuat demi mewujudkan tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum yang semakin baik.
“Kami menyambut Pak Tutuko Wahyu Minulyo dengan tangan terbuka. Semoga ke depan kita bisa terus bekerja sama dengan baik untuk menjaga daerah ini tetap aman, tertib, serta pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Reopan Saragih menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang ia terima selama menjalankan tugas di Kutim. Ia mengaku banyak memperoleh pengalaman berharga dan kenangan kebersamaan selama bertugas di daerah tersebut.
“Bagi saya, Kutim bukan hanya tempat bertugas, tetapi juga tempat belajar tentang kebersamaan dan kerja sama. Terima kasih atas dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Tutuko Wahyu Minulyo menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Kajari Kutim. Ia berharap dapat melanjutkan kerja sama yang telah terbangun antara Kejaksaan, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda.

“Saya merasa terhormat dapat mengemban tugas di Kutim. Mohon dukungan dari seluruh pihak agar kita dapat bersama-sama menjaga penegakan hukum yang profesional dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar mantan koordinator bidang intelejen Kejati Riau.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan berbuka puasa. Dalam suasana Ramadan yang sarat keberkahan, pertemuan itu menjadi lambang penghormatan atas pengabdian yang telah ditunaikan, sekaligus penanda awal dari amanah baru dalam menjaga marwah penegakan hukum di Kutim. (kopi4/kopi3)

































