Tim PKK Sangsel merebut juara pertama kategori sarapan dan Teluk Pandan di kudapan dalam Lomba B2SA Kutim.Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Rangkaian Lomba Kreasi Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun 2026 memasuki puncaknya dengan pengumuman para pemenang pada Selasa (11/8/2026).
Kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kutim tersebut tidak hanya menjadi ajang adu kreativitas dalam mengolah bahan pangan, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penyediaan makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman bagi keluarga.
Salah seorang Dewan juri Chef Joko yang juga Chef dari Hotel Royal Victoria menetapkan para pemenang berdasarkan hasil penilaian terhadap menu yang disajikan peserta. Penetapan tersebut mencakup kategori kreasi menu sarapan pagi berupa nasi goreng serta kategori kudapan atau snack B2SA.

Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Penetapan pemenang dituangkan dalam surat keputusan dewan juri yang menjadi dasar resmi pengumuman hasil lomba.
Dalam keputusan tersebut, peserta yang tercantum dalam lampiran ditetapkan sebagai juara pertama, kedua, ketiga, serta juara harapan pertama, kedua dan ketiga pada masing-masing kategori.
Pada kategori lomba kreasi menu sarapan pagi atau nasi goreng, Kecamatan Sangatta Selatan berhasil meraih posisi tertinggi dengan total nilai 2.442 melalui nomor peserta 15. Capaian tersebut menempatkan Sangatta Selatan sebagai juara pertama, disusul Kecamatan Sangatta Utara sebagai juara kedua dengan total nilai 2.434 melalui nomor peserta 11. Sementara itu, Kecamatan Muara Bengkal meraih juara ketiga dengan total nilai 2.420 melalui nomor peserta 17. Untuk kategori juara harapan, Kecamatan Bengalon berada di posisi harapan pertama dengan total nilai 2.410 melalui nomor peserta 05. Selanjutnya, Kecamatan Sangatta Selatan melalui nomor peserta 16 meraih juara harapan kedua dengan total nilai 2.371, sedangkan Kecamatan Sangkulirang melalui nomor peserta 04 menempati juara harapan ketiga dengan total nilai 2.290.

Selain enam kategori tersebut, dewan juri juga menetapkan Kecamatan Kombin sebagai juara favorit. Hasil tersebut menunjukkan ketatnya persaingan pada kategori sarapan pagi. Selisih nilai antarpeserta relatif tipis, sehingga kreativitas dalam mengolah menu, komposisi pangan, penyajian dan pemenuhan prinsip B2SA menjadi bagian penting dalam menentukan hasil akhir.
Persaingan juga berlangsung pada kategori kreasi menu kudapan atau snack B2SA. Pada kategori ini, Kecamatan Teluk Pandan berhasil menjadi juara pertama dengan total nilai 2.522 melalui nomor peserta 08. Posisi kedua diraih Kecamatan Batu Ampar dengan nomor peserta 13 yang memperoleh total nilai 2.515. Sementara Kecamatan Muara Wahau melalui nomor peserta 12 berada di posisi ketiga dengan total nilai 2.398. Untuk kategori juara harapan, Kecamatan Karangan menempati harapan pertama dengan total nilai 2.371 melalui nomor peserta 10. Kecamatan Muara Ancalong berada di posisi harapan kedua dengan total nilai 2.350 melalui nomor peserta 09. Adapun Kecamatan Long Mesangat meraih juara harapan ketiga dengan total nilai 2.330 melalui nomor peserta 01.

Deretan hasil tersebut memperlihatkan bahwa kreativitas pengolahan kudapan menjadi salah satu kekuatan dalam lomba B2SA. Bahan pangan yang tersedia di daerah dapat diolah menjadi makanan yang menarik sekaligus tetap memperhatikan prinsip keberagaman dan keseimbangan gizi.
Lomba Kreasi Menu B2SA tingkat Kabupaten Kutim tahun 2026 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi antarkecamatan.
Melalui kegiatan tersebut, prinsip pangan beragam, bergizi seimbang dan aman diperkenalkan melalui praktik langsung. Peserta dituntut untuk menunjukkan kemampuan mengolah pangan menjadi menu yang tidak hanya menarik secara visual dan cita rasa, tetapi juga memiliki nilai gizi dan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Konsep B2SA menjadi penting di tengah upaya membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Pola konsumsi pangan yang beragam dan seimbang merupakan bagian dari fondasi pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Karena itu, kreativitas peserta dalam menyajikan menu sarapan maupun kudapan dapat menjadi contoh bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal atau menggunakan bahan pangan yang sulit diperoleh.

Kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi pemanfaatan pangan lokal. Beragam bahan pangan yang tersedia di wilayah Kutai Timur memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi menu keluarga yang sehat, aman dan bernilai ekonomi.
Dewan juri menetapkan hasil perlombaan setelah memperhatikan hasil rapat yang dilaksanakan pada 4 Agustus 2026. Keputusan tersebut kemudian ditetapkan pada 11 Agustus 2026.
Dalam proses penetapannya, dewan juri mengacu pada sejumlah dasar hukum dan ketentuan yang berkaitan dengan pemerintahan daerah serta pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
Keputusan dewan juri sekaligus menjadi penegasan bahwa hasil perlombaan ditetapkan berdasarkan proses penilaian yang telah dilakukan dan keputusan tersebut bersifat mutlak serta tidak dapat diganggu gugat.(kopi15/kopi13/kopi3)





























