Proses penyerahan bendera merah putih dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman kepada Paskibraka pembawa bendera Harnawati.Foto: Irfan/Dewi Pro Kutim
SANGATTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momen istimewa bagi Harnawati. Siswi SMK Negeri 1 Kombeng tersebut dipercaya menjadi pembawa bendera dalam upacara detik-detik Proklamasi yang berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Senin (17/8/2026).
Harnawati, yang akrab disapa Harna, merupakan putri pasangan Bongga Palulun dan Dinawati. Lahir pada 2009, pelajar asal Kecamatan Kombeng ini mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih di hadapan jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, pelajar, organisasi masyarakat, serta masyarakat Kutim.

Kepercayaan tersebut tidak datang begitu saja. Di balik penampilannya yang tegas dan penuh konsentrasi saat menjalankan tugas, tersimpan proses panjang berupa latihan, kedisiplinan, serta pembentukan mental yang harus dijalani.
Harna mengaku sempat diliputi rasa takut ketika mengetahui dirinya dipercaya mengemban tugas tersebut. Bahkan, sejak awal ia tidak menyangka akan terpilih menjadi bagian dari pasukan yang bertugas dalam upacara kenegaraan.
“Ada rasa takut dan awalnya tidak mengira akan dipilih. Selama menjalani latihan, kami tidak hanya dibentuk untuk memiliki kekuatan fisik dan ketahanan tubuh, tetapi juga ditempa secara mental melalui disiplin, tekanan latihan, kekompakan, serta tanggung jawab. Dari proses itulah kami belajar untuk tetap tenang, percaya diri, dan tidak mudah menyerah. Mungkin proses itulah yang akhirnya membuat saya dipercaya untuk menjalankan tugas ini,” ungkap Harna kepada Pro Kutim.

Menjadi pembawa bendera dalam upacara detik-detik Proklamasi pun menjadi pengalaman yang memiliki makna tersendiri bagi Harna. Di balik langkah tegap dan sikap sempurna yang ditunjukkannya, ada rasa bangga karena dapat mengambil bagian dalam momen sakral untuk memperingati perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Bagi pelajar asal Kombeng itu, kesempatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian selalu memiliki proses di belakangnya. Ada rasa takut, lelah, latihan yang berulang, hingga dorongan untuk terus bangkit ketika menghadapi kesulitan.
Dari pengalaman itulah Harna ingin mengajak generasi muda untuk tidak takut bermimpi dan mencoba hal-hal baru. Menurutnya, kesempatan tidak selalu datang dua kali, sehingga ketika kepercayaan diberikan, harus dijalani dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
“Untuk generasi muda, teruslah berjuang dan berusaha. Jangan mudah menyerah. Kalau ada kesempatan, jangan takut untuk mencoba. Jalani dengan sungguh-sungguh dan berikan yang terbaik,” pesannya.

Bagi Harna, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Belajar dengan tekun, berani mengambil tanggung jawab, menjaga disiplin, dan terus mengembangkan potensi diri menjadi bentuk perjuangan yang dapat dilakukan di masa kini.
Dari Kombeng, seorang siswi bernama Harnawati membawa langkahnya ke Lapangan Kantor Bupati Kutim. Ia berdiri tegap membawa Sang Merah Putih, sekaligus membawa cerita tentang keberanian seorang anak muda yang awalnya merasa takut, tetapi memilih untuk tetap maju.
Hari itu mungkin hanya berlangsung dalam hitungan menit, tetapi bagi Harna, pengalaman tersebut akan menjadi kenangan panjang. Sebuah pengalaman yang mengajarkannya bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan memilih untuk tetap melangkah meski rasa takut itu ada.(kopi12/kopi13)
































