Beranda Kutai Timur Kualitas Udara Sangatta Utara Diprediksi Aman Dua Hari ke Depan

Kualitas Udara Sangatta Utara Diprediksi Aman Dua Hari ke Depan

5 views
0

Ist

SANGATTA – Warga Sangatta Utara diprediksi masih berada dalam kondisi udara aman hingga dua hari ke depan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tetap melakukan pemantauan secara berkelanjutan karena kualitas udara di sejumlah wilayah lain masih menunjukkan kondisi tidak aman dan tidak sehat. Kepastian sementara mengenai kondisi Sangatta Utara itu disampaikan setelah rapat monitoring dan evaluasi surat edaran Bupati Kutim terkait kebakaran hutan dan lahan, Jumat pagi, (25/9/2026). Rapat dipimpin Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur (Sesdakab Kutim) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Trisno, yang mewakili Bupati Kutim.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur, perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Kutim, serta camat se-Kutim. Kondisi udara, perkembangan cuaca, dampak El Nino, dan keberlanjutan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi pokok pembahasan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan berdasarkan pembaruan data pada Jumat pagi, Sangatta Utara untuk sementara berada dalam kategori aman.

“Untuk sementara prediksi dua hari ke depan udara Sangatta Utara aman, namun tetap dipantau perkembangan terus-menerus,” kata Yuwana, melalui pesan Whats app.

Prediksi tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat di pusat pemerintahan Kutim itu, terutama karena kondisi kualitas udara di wilayah kabupaten belum sepenuhnya seragam. Sejumlah kecamatan justru kembali mencatat kategori merah pada indeks kualitas udara atau air quality index (AQI).

Yuwana menyebut hasil pemeriksaan kualitas udara yang dilakukan melalui puskesmas memperlihatkan kondisi berbeda-beda. Teluk Lingga, Sangkulirang, Rantau Pulung, dan Sandaran tercatat berada dalam kategori aman. Sangatta Selatan berada pada kategori sedang. Sementara itu, Kaubun, Tepian Baru, Kaliorang, Batu Ampar, Karangan, Teluk Pandan, dan beberapa wilayah lainnya tercatat tidak aman. Muara Ancalong, Wahau II, Sepaso, Kombeng, Muara Bengkal, Busang, Long Mesangat, dan Telen berada pada kategori tidak sehat atau tidak aman. Wahau I juga tercatat dalam kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di Kutim masih mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Bahkan, keadaan yang sempat membaik pada awal pekan kembali memburuk pada pertengahan hingga akhir pekan.

Asisten Sesdakab Kutim Bidang Pemkesra, Trisno menjelaskan kondisi udara pada Senin dan Selasa sempat membaik. Namun, pada Rabu, Kamis, dan Jumat, trennya kembali memburuk. Dari 18 kecamatan yang menjadi wilayah pemantauan, hanya sekitar lima kecamatan yang berada dalam kondisi baik, sedangkan wilayah lainnya masih menghadapi kondisi udara yang kurang baik.

BMKG memperkirakan kualitas udara akan membaik dalam tiga hari ke depan. Namun, perbaikan itu belum berarti keadaan telah pulih sepenuhnya. Setelah periode tersebut, kondisi diperkirakan kembali menurun. Situasi itu tidak terlepas dari kondisi cuaca yang masih dipengaruhi El Nino. Pemerintah memperkirakan kendala cuaca dan kualitas udara yang buruk masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Wilayah tersebut masih termasuk wilayah terdampak El Nino yang cukup kuat,” ujar Trisno.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa kondisi udara tidak dapat dinilai hanya dari kenampakan asap secara kasatmata. Berkurangnya asap yang terlihat belum tentu menunjukkan kualitas udara telah aman.

“Meskipun secara visual asap berkurang, hasil pengukuran Dinas Kesehatan menunjukkan data berbeda,” kata Trisno.

Pengukuran dilakukan menggunakan alat ukur yang tersedia di puskesmas setempat. Data tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam memantau kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah.

“Tidak semua kualitas udara dapat dilihat secara fungsional visual,” ujarnya.

Karena itu, meskipun Sangatta Utara diprediksi aman hingga dua hari mendatang, pemerintah tidak menghentikan pengawasan. Perubahan cuaca dan kondisi udara tetap dipantau untuk memastikan perkembangan di lapangan sesuai dengan hasil prediksi. Perkembangan kualitas udara tersebut juga berhubungan dengan kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik. Surat edaran Bupati Kutim mengenai penanganan dampak kondisi udara masih berlaku. Seluruh ketentuan di dalamnya belum dicabut. PJJ untuk pekan ini juga masih dilaksanakan. Pembelajaran tatap muka belum kembali diberlakukan sembari pemerintah menunggu perkembangan kondisi udara dan hasil evaluasi berikutnya.

Kebijakan tersebut muncul di tengah adanya permintaan dari sejumlah orang tua murid agar PJJ dihentikan karena dinilai kurang optimal. Pemerintah tetap mempertimbangkan aspek keselamatan peserta didik sebelum memutuskan perubahan kebijakan. Khusus mengenai PJJ, evaluasi akan dilakukan pada Senin melalui rapat internal Dinas Pendidikan Kutim. Perkembangan kualitas udara selama beberapa hari ke depan juga akan menjadi bahan pertimbangan.

“Khusus untuk pembelajaran jarak jauh, Senin ada rapat khusus internal Disdik,” kata Trisno kembali menambahkan.

Pemerintah juga masih menunggu pembaruan kondisi udara dalam tiga hari ke depan dengan pemantauan pada 18 kecamatan. Hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya. Jika kondisi udara membaik, kebijakan PJJ akan dievaluasi. Sebaliknya, apabila kualitas udara kembali memburuk, pelaksanaan PJJ dapat dilanjutkan.

Di sisi lain, lintas sektor penanganan kebencanaan diminta terus melakukan tindak lanjut dan mengoptimalkan penanganan sesuai arahan Bupati Kutai Timur dalam surat edaran yang telah disampaikan. Masyarakat Kutim juga diimbau menjaga kesehatan dengan mengikuti arahan dan petunjuk dalam surat edaran tersebut.

Untuk Sangatta Utara, prediksi aman selama dua hari ke depan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas dengan kondisi udara yang lebih baik. Namun, pemerintah tetap menempatkan pemantauan sebagai ikhtiar utama karena kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca. Dengan demikian, prediksi aman tersebut masih bersifat sementara. Pemerintah akan terus memperbarui data dan mengawasi perkembangan kualitas udara sebelum menentukan kebijakan berikutnya, termasuk mengenai pelaksanaan pembelajaran tatap muka. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini