Rapat pemantapan persiapan pelaksanaan Festival Sekerat Nusantara V Tahun 2026. Foto : Dokumentasi Dinas Pariwisata Kutim
BENGALON – Deru persiapan Festival Sekerat Nusantara V Tahun 2026 kian mengemuka di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pemerintah kecamatan bersama berbagai unsur pemangku kepentingan menggelar rapat pemantapan sebagai ikhtiar menyelaraskan langkah, menyusun strategi, dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib serta memberi kemaslahatan bagi masyarakat.
Rapat Pemantapan Festival Sekerat Nusantara V Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Camat Bengalon, Senin (22/6/2026), menjadi forum penting yang mempertemukan pemerintah daerah, unsur legislatif, aparat keamanan, perangkat desa, hingga kalangan dunia usaha. Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Camat Bengalon, Muhammad Harun Al Rasyid. Hadir dalam rapat tersebut Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan DPRD Kutim, unsur TNI dan Polri, perangkat desa, serta perwakilan sejumlah perusahaan, antara lain PT KPC, PT Ithaca, PT PIK, dan PT Kobexindo. Kehadiran berbagai elemen itu mencerminkan bahwa festival yang akan digelar bukan hanya menjadi agenda kebudayaan, melainkan juga ruang kolaborasi yang melibatkan banyak kepentingan untuk tujuan bersama.
Beragam aspek teknis menjadi pokok pembahasan. Mulai dari kesiapan lokasi pelaksanaan, pengamanan kegiatan, dukungan infrastruktur, partisipasi warga, hingga keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Serta insan ekonomi kreatif lokal. Seluruh unsur yang hadir diminta menyampaikan masukan sesuai bidang masing-masing agar pelaksanaan festival dapat berjalan sesuai rencana.

Di tengah pembahasan tersebut, perhatian utama tertuju pada upaya menjadikan Festival Sekerat Nusantara sebagai wahana promosi kawasan pesisir Kutim. Kawasan yang selama ini menyimpan bentang alam dan khazanah budaya khas itu dinilai memiliki daya pikat yang layak diperkenalkan lebih luas kepada khalayak.
Dalam sambutannya, Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid menegaskan bahwa Festival Sekerat Nusantara memiliki arti yang lebih luas dibandingkan sebuah perhelatan hiburan.
“Festival Sekerat Nusantara bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum bersama untuk melestarikan budaya, memperkuat identitas daerah, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir,” ujar Harun.
Pernyataan tersebut menggambarkan arah besar yang hendak dicapai melalui penyelenggaraan festival. Di satu sisi, kegiatan ini menjadi panggung bagi pelestarian warisan budaya lokal. Di sisi lain, festival diharapkan membuka ruang ekonomi yang lebih lapang bagi masyarakat, terutama pelaku usaha berbasis komunitas pesisir.

Harun menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan festival sangat ditentukan oleh kekompakan seluruh pihak yang terlibat. Menurut dia, koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat hingga hari pelaksanaan agar setiap kebutuhan dapat diantisipasi sejak dini.
“Kami berharap seluruh stakeholder dapat memberikan dukungan maksimal sesuai tugas dan fungsi masing-masing sehingga Festival Sekerat Nusantara V Tahun 2026 dapat terlaksana dengan aman, lancar dan sukses,” tegasnya.
Dukungan serupa datang dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kutim. Dalam rapat tersebut, dinas terkait diwakili Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Akhmad Rifani, bersama jajaran lintas perangkat daerah yang terlibat dalam persiapan kegiatan.
Menurut Rifani, Festival Sekerat Nusantara memiliki nilai strategis karena tidak hanya menampilkan kekayaan budaya daerah, tetapi juga menjadi instrumen pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang bertumpu pada kekuatan masyarakat setempat.
“Kami mendukung penuh pelaksanaan Festival Sekerat Nusantara karena kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat lokal,” katanya.
Dukungan itu mencakup kebutuhan teknis maupun substansi kegiatan agar seluruh rangkaian acara tersusun secara matang dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi daerah.

Melalui persiapan yang terus dimantapkan, Festival Sekerat Nusantara V Tahun 2026 diproyeksikan menjadi etalase budaya sekaligus ruang promosi destinasi unggulan Kutim. Festival ini diharapkan mampu mempertautkan warisan tradisi dengan geliat ekonomi kerakyatan, menghadirkan daya tarik bagi wisatawan, serta memperluas peluang bagi pelaku UMKM dan industri kreatif lokal.
Lebih jauh, penyelenggaraan festival dipandang sebagai upaya merawat jatidiri daerah sembari membuka cakrawala baru bagi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Dari pesisir Bengalon, semangat itu tengah dirajut melalui gotong royong berbagai pihak, dengan harapan Festival Sekerat Nusantara tidak hanya menjadi agenda tahunan, melainkan juga penanda tumbuhnya iklim pariwisata yang berkelanjutan di Kutim. (kopi14/kopi3)































