Gladi bersih pengukuhan calon Pasibraka Kutim. Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Kesbangpol menggelar gladi bersih dalam persiapan pengukuhkan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kutim Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Sabtu (15/8/2026). Pengukuhan resmi akan dilaksanakan Minggu (16/8/2026) besok secara simbolis oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Dari pantauan Pro Kutim, pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi para calon Paskibraka yang dipercaya mengemban tugas negara dalam mengibarkan dan menurunkan duplikat Bendera Pusaka pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kutim.
Penetapan Paskibraka Kabupaten Kutim Tahun 2026 dituangkan dalam Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 200/K.260/2026 Tahun 2026. Keputusan tersebut menetapkan susunan dan personel Paskibraka yang akan menjalankan tugas pada rangkaian upacara peringatan kemerdekaan tahun ini.

Para calon Paskibraka sebelumnya telah menjalani proses pendidikan dan pelatihan sebagai bekal untuk melaksanakan tugas secara disiplin, tertib, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada kesiapan fisik dan kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter sebagai generasi penerus bangsa.
Dalam rangkaian pengukuhan, para calon Paskibraka mengikuti pembinaan serta pengucapan Ikrar Putra Indonesia. Prosesi tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk peneguhan komitmen sebelum mereka menjalankan amanah mengibarkan dan menurunkan duplikat Bendera Pusaka.
Dalam pembinaan, para calon Paskibraka diingatkan untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan. Mereka juga diharapkan mampu menjadikan proses pendidikan dan pelatihan sebagai pengalaman berharga untuk membentuk pribadi yang berkarakter, berintegritas dan memiliki semangat pengabdian.
Pengukuhan calon Paskibraka bukan sekadar seremoni menjelang pelaksanaan upacara kemerdekaan. Di balik barisan yang tegap dan langkah yang seragam, terdapat pesan tentang tanggung jawab, disiplin, persatuan dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Para calon Paskibraka diharapkan mampu meneladani semangat para pejuang kemerdekaan dalam perkataan maupun perbuatan. Jiwa ksatria, tanggung jawab serta kesediaan berkorban untuk ibu pertiwi menjadi nilai yang terus ditanamkan selama proses pembinaan.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancasila sebagai dasar negara. Karena itu, para calon Paskibraka diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas secara sempurna di lapangan, tetapi juga membawa nilai-nilai kebangsaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu bagian penting dalam prosesi pengukuhan adalah pengucapan Ikrar Putra Indonesia. Para calon Paskibraka mengikuti prosesi dengan penuh khidmat di hadapan para hadirin.
Dalam prosesi tersebut, peserta diminta memegang Sang Saka Merah Putih dengan tangan kiri dan menundukkan kepala untuk berdoa. Doa tersebut menjadi bagian dari permohonan agar para calon Paskibraka diberikan kekuatan untuk terus berjuang, mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa tanpa mengharapkan balasan.
Setelah itu, para calon Paskibraka mengucapkan Ikrar Putra Indonesia. Ikrar tersebut meneguhkan jati diri mereka sebagai putra-putri Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Mereka menyatakan kesanggupan untuk menjiwai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta menempatkan Sang Merah Putih sebagai simbol persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pengucapan ikrar tersebut menjadi pengingat bahwa tugas sebagai Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan bendera dengan ketepatan gerakan, melainkan juga tentang menjaga kehormatan simbol negara dan memahami nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya.
Berdasarkan keputusan Bupati Kutai Timur, Paskibraka Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026 memiliki tugas melaksanakan pengibaran dan penurunan duplikat Bendera Pusaka dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan dengan baik, seluruh anggota telah mengikuti pendidikan dan pelatihan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kekompakan, kedisiplinan, ketahanan mental dan kesiapan teknis.

Setiap anggota dituntut mampu menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan dan tata upacara yang berlaku. Kesalahan sekecil apa pun dalam pelaksanaan tugas dapat memengaruhi jalannya prosesi, sehingga diperlukan konsentrasi, ketelitian dan kerja sama yang kuat antarpersonel.
Di sisi lain, pengalaman menjadi Paskibraka diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk tumbuh sebagai generasi muda yang memiliki kepemimpinan dan rasa tanggung jawab. Mereka bukan hanya menjadi bagian dari upacara, tetapi juga menjadi representasi generasi muda Kutai Timur dalam memperingati perjalanan panjang bangsa Indonesia.
Personel Paskibraka Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026 berasal dari sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Nama-nama anggota tercantum dalam lampiran keputusan Bupati tentang penetapan Paskibraka.
Sejumlah nama yang tercantum di antaranya Geno Okteofandi dari SMKN 1 Kombeng, Yefan Ferdiansyah dari SMKN 2 Sangatta Utara, M Alfajar Firmansyah dari SMAN 1 Sangatta Utara, Andri Benyamin dari SMAN 1 Sangatta Selatan. Para anggota lainnya berasal dari berbagai satuan pendidikan, termasuk SMAN 1 Muara Wahau, SMAN 1 Batu Ampar, Karangan, Busanga Muara Ancalong serta sejumlah sekolah lainnya.
Keberagaman asal sekolah tersebut menunjukkan bahwa Paskibraka menjadi wadah yang mempertemukan pelajar dari berbagai latar belakang dalam satu semangat yang sama, yakni pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dari berbagai sekolah dan daerah asal, mereka ditempa menjadi satu kesatuan pasukan. Perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan dalam membangun kekompakan dan persatuan.
Prosesi pengukuhan juga menjadi ruang untuk kembali mengingat makna kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh dengan mudah, melainkan melalui perjuangan panjang, pengorbanan dan keberanian para pendahulu bangsa.
Karena itu, menjadi Paskibraka merupakan amanah yang memiliki nilai simbolis. Para pelajar yang berdiri dalam barisan Paskibraka membawa tanggung jawab untuk menjaga kehormatan Bendera Merah Putih sekaligus meneruskan semangat kebangsaan kepada generasi berikutnya.
Mereka diharapkan memiliki jiwa ksatria, baik dalam perkataan maupun perbuatan, serta memiliki keberanian untuk bertanggung jawab dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
Semangat tersebut menjadi semakin relevan dalam kehidupan generasi muda saat ini. Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, nilai persatuan, gotong royong, disiplin dan kecintaan terhadap tanah air perlu terus dirawat agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Dengan telah ditetapkannya personel dan dilaksanakannya proses pengukuhan serta pembinaan, para calon Paskibraka Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026 selanjutnya dipersiapkan untuk menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Keputusan Bupati tersebut mulai berlaku sejak 29 Juli 2026. Segala pembiayaan yang timbul dalam pelaksanaan tugas Paskibraka dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rangkaian pendidikan, pelatihan, pembinaan hingga pengukuhan menjadi satu kesatuan proses untuk memastikan para anggota Paskibraka siap secara fisik, mental dan spiritual ketika berada di lapangan.
Bagi para calon Paskibraka, tugas mengibarkan dan menurunkan duplikat Bendera Pusaka bukan sekadar menjalankan rangkaian gerakan dalam sebuah upacara. Tugas itu merupakan bentuk kepercayaan sekaligus kehormatan yang membawa nama Kabupaten Kutai Timur.
Di bawah kibaran Merah Putih nantinya, mereka akan berdiri sebagai bagian dari generasi muda yang meneruskan pesan perjuangan para pendahulu bangsa bahwa kemerdekaan harus dihormati, persatuan harus dijaga dan pengabdian kepada Indonesia harus terus tumbuh dari generasi ke generasi.
Dengan semangat tersebut, Paskibraka Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026 diharapkan mampu menjalankan amanah pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh disiplin, tanggung jawab dan rasa cinta tanah air.(kopi15/kopi13/kopi3)






























