SANGATTA – Sebanyak 40 bibit pohon buah disiapkan untuk menghijaukan lingkungan RSUD Kudungga di Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Bantuan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) itu terdiri atas 20 bibit nangka dan 20 bibit mangga.
Bantuan tersebut diserahkan pada Jumat, 11 September 2026 lalu. Perwakilan KPC, Richan Simbolon, selaku Supervisor Community Relations, menyerahkan bibit kepada staf Instalasi Sanitasi RSUD Kudungga, Andika Sampetoding. Bagi pihak rumah sakit, penghijauan bukan semata urusan memperindah halaman. Pepohonan menjadi bagian dari penataan lingkungan fasilitas kesehatan yang setiap hari didatangi pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, serta masyarakat.
Andika menyampaikan apresiasi atas kontribusi KPC dalam mendukung penghijauan di kawasan RSUD Kudungga. Bibit yang diterima akan segera dimanfaatkan untuk memperkaya vegetasi di lingkungan rumah sakit.
“Bibit yang diterima ini akan kami gunakan untuk penghijauan lingkungan RSUD Kudungga. Kami ucapkan terima kasih kepada KPC yang sudah mendukung program penghijauan rumah sakit umum daerah Kudungga dengan pemberian bantuan bibit, buah-buahan,” ujarnya.

Penyaluran bibit tersebut merupakan bagian dari dukungan KPC terhadap kebutuhan instansi di wilayah sekitar. Penyediaannya melibatkan tim lingkungan perusahaan, mulai dari proses pembibitan di nursery atau persemaian hingga verifikasi kesesuaian jenis tanaman dengan permohonan yang diajukan.
Acting Superintendent Government Relations KPC, Rahmat Giling, yang akrab disapa Ragil, mengatakan keterlibatan tim lingkungan diperlukan agar jenis tanaman yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan pemohon. Menurut dia, posisi KPC sebagai mitra pemerintah dibangun melalui sinergi dalam mendukung berbagai kebutuhan program instansi publik. Bantuan bibit untuk RSUD Kudungga juga dapat dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan.
“Kehadiran KPC sebagai mitra pemerintah menciptakan sinergitas. Sepanjang KPC mampu menghadirkan permintaan yang diminta oleh pemerintah ataupun instansi terkait,” ujar Ragil.

Dukungan penghijauan KPC tidak hanya menyasar lingkungan RSUD Kudungga. Pada kesempatan yang sama, perusahaan juga memberikan bantuan tanaman kepada TK St. Fransiskus Assisi Sangatta. Untuk sekolah tersebut, KPC menyerahkan 30 bibit tanaman yang terdiri atas lima bibit nangka, 10 bibit ketapang mini, lima bibit ulin, dan 10 bibit pucuk merah. Bantuan itu turut dilengkapi pupuk kompos dan pupuk NPK untuk mendukung perawatan serta pertumbuhan tanaman yang ditanam di lingkungan sekolah.
Penyaluran bibit ke rumah sakit dan sekolah memperlihatkan bahwa penghijauan membutuhkan lebih dari sekadar menanam pohon. Tanaman membutuhkan media yang sesuai, perawatan, serta waktu untuk tumbuh hingga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Di RSUD Kudungga, puluhan bibit nangka dan mangga akan menjadi bagian dari ruang hijau di kawasan fasilitas pelayanan kesehatan. Sementara di TK St. Fransiskus Assisi Sangatta, keberadaan berbagai jenis tanaman diharapkan memperkaya lingkungan sekolah sekaligus mendukung suasana yang lebih hijau. Tanaman ulin, ketapang mini, pucuk merah, nangka, dan mangga memiliki karakter yang berbeda. Keragaman tersebut membuat penghijauan tidak hanya berorientasi pada jumlah tanaman, tetapi juga pada penataan ruang dan pemanfaatan lingkungan sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.

Bagi rumah sakit, kawasan yang tertata dan memiliki ruang hijau menjadi bagian dari lingkungan pelayanan yang digunakan banyak orang. Demikian pula sekolah, yang setiap hari menjadi ruang aktivitas anak-anak, guru, dan tenaga pendidik. Ada jeda panjang antara sebatang bibit ditanam dan ketika ia tumbuh menjadi pohon yang memberikan keteduhan. Jeda itu membutuhkan perawatan dan konsistensi. Karena itu, bantuan bibit sekaligus pupuk menjadi bagian awal dari proses penghijauan yang manfaatnya baru akan terasa seiring pertumbuhan tanaman.
Melalui dukungan tersebut, KPC turut membuka ruang kerja sama dengan instansi publik dalam pemenuhan kebutuhan penghijauan. RSUD Kudungga dan TK St. Fransiskus Assisi Sangatta menjadi dua lokasi yang menerima dukungan tanaman untuk memperkaya ruang hijau masing-masing. Penyerahan bibit tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang tanaman yang berpindah tangan. Di dalamnya terdapat upaya membangun lingkungan fasilitas publik yang lebih hijau, tertata, dan nyaman. Sebuah proses yang manfaatnya tumbuh perlahan, mengikuti tanaman yang dirawat dari waktu ke waktu. (*/kopi3)





























