Beranda Kutai Timur GPMB Kutim Siapkan Gebrakan Baru untuk Literasi Daerah

GPMB Kutim Siapkan Gebrakan Baru untuk Literasi Daerah

12 views
0

Ketua GPMB Kutim Nurul Mutia Karim saat menyampaikan sambutan di malam penutupan pameran buku dan festival literasi “Out of the Boox” Gebyar Literasi Kutai Timur (Kutim) 2026.Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Rangkaian pameran buku dan festival literasi “Out of the Boox” Gebyar Literasi Kutai Timur (Kutim) 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, YPPSB Munthe, Minggu (4/10/2026) malam ditutup dengan catatan prestasi yang membanggakan. Selama sepuluh hari pelaksanaan yang dimulai pada Jumat (25/9/2026) lalu, perhelatan akbar ini sukses mewujudkan hingga 40 kegiatan literasi yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Nurul Mutia Karim, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan acara tersebut. Mulai dari Kampung Dongeng, GPMB, Forum Penulis Kutim, hingga berbagai elemen masyarakat dan instansi swasta turut bahu-membahu menghidupkan suasana festival.

“Alhamdulillah, kegiatan ini beranak menjadi sampai 40 acara dalam waktu 10 hari. Terima kasih kepada Kampung Dongeng, GPMB, Forum Penulis Kutai Timur, dan banyak pihak lain yang telah membantu,” ungkap Nurul dalam sambutannya.

Nurul turut memaparkan, penyelenggaraan GPMB periode ini berhasil merangkul dan membawahi sekitar 11 komunitas literasi di Kutim. Jumlah ini menunjukkan adanya peningkatan sinergi yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Melalui pameran dan festival ini, pihaknya telah melakukan pemetaan awal yang matang, sehingga gerakan-gerakan literasi ke depan diyakini akan berjalan semakin masif dan terstruktur.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberlanjutan gerakan literasi tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan penuh dari semua pihak baik dari segi fasilitas, tempat, maupun dukungan pendanaan. Dalam struktur keanggotaan GPMB saat ini, kolaborasi telah diperkuat oleh ragam jejaring, yang mencakup Kampung Dongeng dan Forum Penulis Kutim, Taman Baca Masyarakat (TBM), jaringan guru, dan perpustakaan prima baca. Kemudian ada unsur PKK melalui Pokja 2 yang memiliki program pojok baca serta staf Dispusip, akademisi, pihak swasta, hingga para insan wartawan.

Dengan struktur yang semakin solid ini, GPMB Kutim berkomitmen untuk terus mempercepat “gas” pembangunan literasi di daerah dalam beberapa tahun ke depan. Festival ini tidak hanya dipandang sebagai acara seremonial, melainkan momentum untuk mendekatkan buku dan wawasan berkualitas kepada masyarakat luas.

“Kami berharap, kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun apik ini dapat terus dirawat dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, sehingga Kutai Timur tidak hanya dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam, tetapi juga unggul dari segi kualitas sumber daya manusianya melalui budaya literasi yang kuat,” tutupnya.(kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini