Pemberdayaan Masyarakat dan Dukungan Industri Migas, Berbuah Penghargaan untuk Kutim

IMG 20261028 WA0074

Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mewakili Pemkab menerima penghargaan dari SKK Migas di sela-sela Executive Meeting Wilayah Kalsul 2026 di Bandung. (Hasyim/Pro Kutim)

BANDUNG - Usaha madu kelulut di Kecamatan Sangatta Selatan menjadi bagian dari ikhtiar menghubungkan keberadaan industri minyak dan gas bumi dengan penghidupan masyarakat Kutai Timur. Pengembangan potensi setempat itu mendapat perhatian dalam pemberian penghargaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mewakili pemerintah kabupaten menerima penghargaan tersebut dalam Executive Meeting Wilayah Kalimantan dan Sulawesi 2026 di Hotel Pullman Bandung Grand Central, Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/10/2026). Apresiasi diberikan atas dukungan pemerintah kabupaten terhadap kelancaran operasi hulu migas serta pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha madu kelulut.

Bagi warga, pokok penting dari hubungan pemerintah daerah dengan industri terletak pada peluang ekonomi yang dapat ditumbuhkan. Dalam konteks itu, pengembangan madu kelulut menjadi salah satu tumpuan untuk mendorong kegiatan produktif dengan memanfaatkan potensi lokal. Arahnya adalah membuka kesempatan berusaha dan menambah sumber pendapatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

IMG 20261028 WA0076
IMG 20261028 WA0076

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sinergi dengan SKK Migas dan seluruh pelaku industri hulu migas. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kutai Timur, khususnya melalui pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Mahyunadi seusai menerima penghargaan.

Pertemuan di Bandung mengusung tema “Sinergitas Industri Hulu Migas dan Pemangku Kepentingan Daerah Menuju Swasembada Energi”. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud hadir bersama sejumlah kepala daerah dari Kalimantan Timur dan Sulawesi.

Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, pelaku industri hulu migas, dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi. Pembahasannya bertaut pada keberlanjutan operasi migas sekaligus kontribusi industri terhadap pembangunan daerah. Dukungan bagi kegiatan usaha hulu berjalan beriringan dengan harapan agar kehadirannya membawa faedah bagi lingkungan sosial di sekitarnya.

IMG 20261028 WA0077
IMG 20261028 WA0077

Di Kutai Timur, kedua kepentingan itu memiliki pertalian yang erat. Kegiatan industri strategis membutuhkan suasana sosial yang kondusif. Pada saat bersamaan, masyarakat diharapkan memperoleh ruang untuk mengembangkan usaha dan memperkuat penghidupan melalui program pemberdayaan yang berkesinambungan.

Pengembangan madu kelulut di Kecamayan Sangatta Selatan menempatkan potensi ekonomi setempat dalam hubungan tersebut. Namun, manfaat yang lebih luas masih bertumpu pada keberlanjutan dukungan. Pendampingan usaha, peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan, serta perluasan akses pasar menjadi unsur penting agar potensi itu dapat berkembang menjadi sumber penghasilan warga.

Dengan dukungan demikian, pemberdayaan diharapkan berlanjut hingga peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola usahanya. Kegiatan produktif memerlukan kesinambungan agar peluang yang dirintis dapat terpelihara dan kemandirian ekonomi perlahan terbentuk. Arah ini juga relevan dengan kebutuhan Kutai Timur untuk mengembangkan sumber ekonomi di luar sektor ekstraktif.

Penghargaan dari SKK Migas menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama tersebut. Pengakuan atas dukungan pemerintah daerah membawa harapan agar hubungan dengan industri terus berlanjut melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Sejalan dengan agenda swasembada energi, keberlanjutan industri hulu migas juga berkaitan dengan hubungan yang terawat bersama pemerintah daerah dan warga. Bagi Kutai Timur, harapan yang menyertai penghargaan itu adalah manfaat yang semakin luas, dari kelancaran operasi hingga bertumbuhnya kemampuan masyarakat membangun sumber penghidupan sendiri. (*/Yus/Fj)

10110
Yus
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...