SANGATTA – Prestasi di bidang pendidikan dan inovasi mengantarkan Aiva E DG Pakerrai menerima penghargaan kategori Pendidikan dan Inovasi pada peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Rabu (28/10/2026).
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kontribusi Aiva dalam bidang pendidikan, kepemudaan, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Lulusan Universitas Mulawarman tersebut juga memiliki pengalaman berprestasi di tingkat internasional, di antaranya meraih juara kedua dalam SDGs Innovation Presentation yang melibatkan Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Di luar capaian akademik dan kompetisi, Aiva aktif berkontribusi melalui berbagai organisasi dan kegiatan pemberdayaan generasi muda. Saat ini, ia menjalankan tugas sebagai Sekretaris Pelaksana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur, Kepala Bidang Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kutai Timur, Sekretaris Kampung Dongeng, serta Pembina Forum OSIS Kutai Timur.
Melalui berbagai peran tersebut, Aiva berupaya mendorong pengembangan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan berorganisasi di kalangan pelajar, mahasiswa, serta komunitas lokal. Baginya, pengembangan kapasitas generasi muda tidak cukup hanya melalui pembelajaran, tetapi juga perlu disertai kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Aiva memandang prestasi bukan semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh, melainkan juga dari kontribusi yang dapat dirasakan oleh orang lain. Pengalaman dan kesempatan yang dimiliki menjadi bekal untuk terus belajar, memperluas jejaring, serta mendorong lahirnya generasi muda yang percaya diri, inovatif, dan mampu mengambil peran dalam pembangunan.
Dalam wawancara, Aiva menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi kesempatan untuk terus bertumbuh, memperluas kontribusi, dan membawa semangat anak muda Kutai Timur agar berani mengambil peran di tingkat yang lebih luas.
“Pemuda bukan sekadar tentang usia, tetapi tentang kesediaan untuk mengambil peran dan bertanggung jawab atas masa kini,” ungkapnya.
Menurut Aiva, latar belakang daerah bukanlah penghalang untuk bermimpi dan berkarya. Dengan kemauan untuk belajar, keberanian mengambil peluang, serta komitmen untuk terus berkembang, pemuda daerah memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Momentum HSP ke-98 juga menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Generasi muda tidak hanya diharapkan mampu meraih keberhasilan bagi dirinya sendiri, tetapi juga mengambil bagian dalam menjawab tantangan pendidikan, meningkatkan kualitas SDM, dan mendorong kemajuan daerah.
Aiva berharap semakin banyak pemuda Kutai Timur yang berani mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi, dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Generasi muda perlu mengambil peran sebagai penggerak perubahan dengan menghadirkan gagasan, karya, dan solusi bagi lingkungan sekitarnya.
Prestasi dan pengabdian Aiva menjadi salah satu contoh bahwa pemuda Kutai Timur memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan dampak positif, baik di tingkat daerah maupun internasional. Penghargaan yang diterimanya diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Kutai Timur.(*/Put/Fan/Fj)










