SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong perluasan akses keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan formal. Salah satu upaya yang diperkuat ialah edukasi kepada pelajar melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan keberlanjutan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan GENCARKAN segmen pelajar bertema “Pemuda Cerdas Keuangan, Masa Depan Cerah” di Aula SMA Prima Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB, Kamis (29/10/2026).

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Suriansyah, yang hadir mewakili Bupati Kutim, membacakan sambutan kepala daerah yang menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri jasa keuangan untuk memperluas jangkauan literasi serta inklusi keuangan.
“Melalui TPAKD, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan terus mendorong sinergi dengan lembaga pendidikan dan industri jasa keuangan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat,” demikian petikan sambutan Bupati yang dibacakan Suriansyah.
Upaya tersebut sejalan dengan cita-cita Indonesia untuk mencapai tingkat inklusi keuangan sebesar 98 persen pada 2045. Dalam konteks daerah, edukasi keuangan kepada pelajar menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan layanan keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah.

Namun, perluasan akses keuangan tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya jumlah rekening. Masyarakat juga perlu memiliki pemahaman yang memadai agar mampu menggunakan layanan keuangan secara tepat dan terhindar dari berbagai risiko.
“Keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah rekening yang dibuka, tetapi juga dari tumbuhnya kebiasaan finansial yang sehat dan kemampuan masyarakat menghindari risiko keuangan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Karena itu, keberlanjutan program KEJAR menjadi perhatian penting dalam upaya menanamkan budaya menabung di kalangan pelajar. Melalui pengenalan rekening sejak dini, siswa diharapkan tidak hanya memiliki akses terhadap layanan perbankan, tetapi juga terbiasa mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

Bupati Kutim juga mengingatkan agar edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap kegiatan GENCARKAN ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Jadikan pengetahuan yang diperoleh hari ini sebagai kebiasaan nyata,” pesan Bupati dalam sambutannya.
Pelaksanaan GENCARKAN di Kutai Timur turut melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltimtara dan pelaku usaha jasa keuangan, di antaranya BRI Cabang Sangatta, BPR Kutim, serta Bank Permata. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan edukasi dan layanan keuangan kepada generasi muda melalui lingkungan pendidikan.
Dari sisi regulator, perwakilan OJK Kaltimtara, Yulianta, menegaskan pentingnya membangun pemahaman keuangan sejak usia sekolah. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan merupakan keterampilan hidup yang perlu dipelajari agar generasi muda lebih siap menghadapi tanggung jawab finansial.
“Mengelola keuangan merupakan life skill yang harus dimiliki dan dipelajari sejak dini,” ujar Yulianta.

Ia menekankan, peningkatan literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses terhadap layanan keuangan. Dengan pemahaman yang memadai, pelajar diharapkan tidak hanya memiliki akses ke rekening perbankan, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan ditandai dengan penyerahan cendera mata secara simbolis antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, OJK, dan pihak perbankan. Selain itu, tabungan diserahkan kepada perwakilan siswa melalui BRI, BPR Kutim, dan Bank Permata sebagai dukungan terhadap pembiasaan menabung sejak dini.
Melalui sinergi tersebut, Pemkab Kutim berharap literasi dan inklusi keuangan dapat berjalan beriringan akses layanan semakin terbuka, sementara kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan juga semakin baik. Dengan demikian, program KEJAR dan GENCARKAN diharapkan tidak sekadar memperluas kepemilikan rekening, tetapi turut membangun generasi muda yang cakap secara finansial dan siap merencanakan masa depan.(Mif/Fan/Fj)










