SANGATTA - Tenaga, waktu, dan keberanian para relawan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kutai Timur. Di balik kerja mereka, ada dukungan logistik, materi, hingga doa dari masyarakat dan para donatur. Penghargaan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kepada relawan Laskar Kebangkitan Kutai menjadi pengakuan atas pengabdian sekaligus penyemangat untuk terus membantu masyarakat dan menjaga lingkungan.
Laskar Kebangkitan Kutai (LKK), yang tergabung dalam Tim Gabungan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas undangan serta penghargaan tersebut. Bagi organisasi ini, apresiasi pemerintah membawa pesan tentang pentingnya merawat kepedulian, termasuk ketika tugas penanganan kebakaran menghadapkan relawan pada tantangan di lapangan.
Ketua LKK Kutai Timur Roni Effendy menempatkan penghargaan itu sebagai pengingat akan tanggung jawab pengabdian. Pengakuan terhadap kerja relawan, menurut dia, perlu menjadi penyemangat agar kepedulian terus tumbuh dalam kehidupan bersama.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan semata-mata tentang sebuah pengakuan. Melainkan pengingat bahwa kepedulian dan pengabdian harus terus hidup,” kata Ketua LKK Kutai Timur Roni Effendy.

Pernyataan itu bertaut dengan peran relawan dalam membantu masyarakat menghadapi karhutla. Gotong royong, kepedulian, dan kerja sama menjadi kekuatan yang menyertai upaya mereka. Penanganan kebakaran mempertemukan berbagai unsur dalam satu ikhtiar, yakni membantu sesama sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Karena itu, LKK turut menyampaikan penghormatan kepada seluruh relawan dari berbagai unsur yang terlibat. Tenaga, waktu, serta keberanian yang mereka curahkan merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang dijalankan bersama. Apresiasi tersebut ditujukan kepada setiap pihak yang mengambil peran dalam penanganan karhutla.
Roni juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan seluruh pihak yang memberikan bantuan. Sokongan berupa logistik, materi, maupun doa menjadi penunjang perjuangan relawan di lapangan. Menurut dia, setiap bantuan, tetes keringat, dan doa memiliki arti besar bagi upaya bersama itu.
Rangkaian ucapan syukur tersebut mengemuka dalam momentum malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kutai Timur. LKK menyampaikan selamat atas hari jadi daerah sekaligus mengapresiasi Pemkab Kutai Timur atas terselenggaranya peringatan tersebut.
Bagi para relawan, hari jadi daerah juga membawa harapan agar persatuan dan kebersamaan kian erat. Semangat membangun Kutai Timur yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing diharapkan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat serta lingkungan.
“Semoga momentum ini semakin mempererat kebersamaan antara pemerintah, relawan, masyarakat, dan seluruh elemen daerah dalam membangun Kutai Timur yang lebih baik,” tuturnya.
Harapan itu berlanjut pada penguatan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Para relawan menginginkan kerja sama antara pemerintah, tim gabungan, masyarakat, dan donatur terus dipererat. Dukungan antarpihak tersebut diharapkan menopang upaya penanganan kebakaran sekaligus menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Penghargaan yang diterima LKK pun menjadi bagian dari harapan untuk melanjutkan pengabdian. Roni menutup pernyataannya dengan doa bagi keselamatan relawan serta kebaikan seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan mereka.
“Semoga Allah senantiasa melindungi seluruh relawan, membalas segala kebaikan para donatur dengan keberkahan, serta menjadikan setiap ikhtiar sebagai amal kebaikan,” tutupnya. (*/Fj)










