SANGATTA — Ketua Forum OSIS Kutai Timur (Kutim), Akifah Nailah Kalangu, terpilih menjadi satu-satunya wakil asal Kutai Timur (Kutim) yang lolos dalam ajang bergengsi Indonesia Student Leadership Camp (ISLC) Universitas Indonesia (UI) yang berlangsung pada 17–21 Oktober di Depok, Jawa Barat.
Pelajar kelahiran Sangatta, 27 Agustus 2008, yang juga tercatat sebagai siswi SMAIT Daarussalaam ini bergabung bersama 102 peserta terpilih dari seluruh Indonesia. Dari Provinsi Kalimantan Timur sendiri, hanya terdapat enam pelajar yang berhasil mengamankan tiket untuk mengikuti program kepemimpinan pemuda ini.
Untuk bisa berdiri di panggung ISLC UI, Akifah harus melewati serangkaian proses seleksi yang cukup ketat, mulai dari penulisan esai hingga pembuatan video profil dan gagasan. Dalam menyusun esai yang berbobot, Akifah mengaku aktif berdiskusi dan mengikuti sesi wawancara bersama kakak kelas serta alumni ISLC guna mematangkan gagasan yang dibawanya.

Langkah Akifah makin mantap setelah mengantongi surat rekomendasi resmi dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan.
Sebelum keberangkatan, Kadispora Kutim Basuki Isnawan memberikan pesan khusus kepada Akifah agar memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya untuk menyerap ilmu, membangun jejaring relasi seluas-luasnya, serta membawa pulang pengalaman berharga yang bisa diterapkan di daerah.
Melalui kegiatan ini, Akifah mengungkapkan alasan utamanya berpartisipasi adalah untuk membentuk karakter kepemimpinan yang utuh dan bermakna.
"Alasan saya ikut adalah ingin percaya dan mengerti bahwa seorang pemimpin bukan sekadar memimpin orang lain, tetapi bagaimana bisa memahami diri sendiri dan orang lain terlebih dahulu. Saya ingin mengembangkan leadership, mencari relasi baru, serta menjadi pemimpin yang bijak, adaptif, dan bermanfaat bagi sesama," ujar Akifah.

Selama lima hari pelaksanaan di Depok, para peserta dihadapkan pada berbagai agenda intensif, salah satunya adalah Focus Group Discussion (FGD) studi kasus yang menguji pola pikir kritis, kemampuan komunikasi, dan analisis pemecahan masalah antar-pelajar se-Indonesia.
Bisa membawa nama Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Timur, sekolah, serta Forum OSIS Kutim di kancah nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Akifah. Namun, ia menegaskan bahwa perjuangannya tidak berhenti setelah acara usai.
Sekembalinya dari ISLC UI, Akifah bertekad menerapkan ilmu kepemimpinan dan komunikasi yang diperolehnya untuk memberikan dampak nyata di Kutai Timur.
"Saya ingin menerapkan ilmu leadership dan membangun komunikasi yang baik, membagikan insight positif yang saya dapatkan, serta berfokus untuk merangkul dan mengembangkan potensi orang-orang di sekitar saya," ujarnya.(Rio/Fan/Fj)









