Camat Batu Ampar Surianyah. Foto : Nasruddin/Pro Kutim
BATU AMPAR – Pemerintah Kecamatan Batu Ampar, mempertegas komitmennya dalam mengawal 50 program unggulan yang dicanangkan Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman. Langkah ini diwujudkan melalui sinkronisasi rencana pembangunan di tingkat desa guna memastikan setiap target daerah tidak sekadar menjadi angka di atas kertas, melainkan berdampak nyata bagi warga.
Camat Batu Ampar, Suriansyah, mengungkapkan bahwa seluruh jajaran perangkat kecamatan hingga pemerintahan desa kini tengah melakukan penajaman prioritas. Fokus utama diarahkan pada penyelarasan program kerja agar sejalan dengan visi besar pemerintah kabupaten, terutama di tengah tantangan geografis wilayah pedalaman.
Suriansyah menegaskan bahwa 50 program tersebut merupakan panduan strategis yang sangat relevan dengan dinamika kebutuhan masyarakat lokal. Hal ini mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari percepatan infrastruktur hingga penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi desa.

Ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi program strategis daerah (PSD) ini sangat bergantung pada kualitas koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, Suriansyah memastikan setiap satuan kerja di bawah komandonya memiliki pemahaman yang sama terkait peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung visi pembangunan.
”Izin Bapak Bupati, kami melaporkan bahwa program 50 unggulan ini menjadi dasar kinerja kami di Kecamatan Batu Ampar. Kami terus bergerak bersama seluruh unsur kecamatan sampai ke desa-desa agar seluruh program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Suriansyah saat memberikan sambutan dalam kegiatan penyerahan bantuan beras CPPD di Desa Himba Lestari, Senin (29/12/2025).
Satu dari sekian prioritas yang tengah dikejar adalah pembangunan infrastruktur dasar, khususnya akses kelistrikan 24 jam dan penyediaan air bersih. Mengingat tingginya ekspektasi warga, pihak kecamatan berupaya memastikan sinkronisasi antara pekerjaan teknis di lapangan dengan perencanaan yang telah ditetapkan dalam periode kepemimpinan saat ini.
Aspek akuntabilitas juga menjadi poin penting dalam pengawalan program ini. Suriansyah mendorong para kepala desa untuk lebih teliti dalam pengelolaan dana desa dan bantuan daerah, agar penggunaan anggaran benar-benar menyentuh simpul-simpul program prioritas yang telah disepakati bersama.

”Harapan kami dengan cara seperti ini, setiap pekerjaan kita menjadi terukur dan akuntabilitasnya tetap terjaga baik. Kita ingin memastikan bahwa realisasi di tingkat kecamatan mendukung penuh pencapaian visi pembangunan Bapak Bupati,” tegasnya.
Di luar pembangunan fisik, Camat juga menyoroti capaian di sektor kesehatan dan pendidikan, salah satunya melalui keberhasilan menekan angka stunting. Batu Ampar kini mencatatkan diri sebagai kecamatan dengan angka stunting terkecil keempat dari 18 kecamatan di Kutim, sebuah pencapaian yang diharapkan menjadi barometer bagi kemajuan pembangunan wilayah secara menyeluruh. (kopi14/kopi13/kopi3)





























