Jalannya agenda kegiatan peningkatan IPP. Foto: Fathul/Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) secara resmi menggandeng Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur (Kutim) untuk menggelar kegiatan kepemudaan yang krusial. Langkah kolaboratif ini bertujuan meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sebagai indikator utama untuk menilai kualitas dan peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim pada Kamis (16/7/2026), melibatkan total 200 peserta yang berasal dari unsur pemuda, mahasiswa, hingga pelajar daerah.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim, Basuki Isnawan, hadir langsung untuk memberikan sambutan hangat sekaligus membuka jalannya acara kepemudaan yang dinilai sangat strategis bagi masa depan Kutim ini.
Agenda berfokus penuh pada Kegiatan Peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Provinsi Kaltim. Ratusan peserta berkumpul dengan antusias untuk membedah instrumen penting yang menjadi tolok ukur kemajuan kualitas generasi muda.
Dalam sambutan selamat datangnya, Kadispora Kutim Basuki Isnawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Kaltim yang telah memilih Kutim sebagai lokus pelaksanaan kegiatan penting ini. Beliau menekankan bahwa pembangunan pemuda tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan butuh komitmen kolektif yang terukur.

“Generasi muda adalah aset termahal yang dimiliki Kutai Timur. Peningkatan IPP ini bukan sekadar mengejar angka atau peringkat statistik, melainkan tentang bagaimana kita secara nyata mempersiapkan kualitas SDM pemuda dalam aspek pendidikan, kesehatan, hingga kepemimpinan agar mereka siap bersaing,” ujar Basuki dengan penuh antusias.
Sebagai informasi, Provinsi Kaltim berhasil menembus peringkat 5 besar nasional dalam raihan IPP tahun 2024, bahkan mencatatkan skor tertinggi nasional pada domain kesejahteraan sosial dan pendidikan. Meski begitu, Pemprov Kaltim mengakui masih adanya ketimpangan capaian IPP antar kabupaten/kota, di mana wilayah perkotaan cenderung unggul dibandingkan wilayah kabupaten seperti Kutai Kartanegara (Kukar) maupun Kutim.
Oleh karena itu, melalui Peraturan Gubernur No. 45 Tahun 2023 sebagai payung hukum, Pemprov Kaltim gencar turun ke daerah-daerah guna memberikan intervensi kebijakan yang berbasis data.

Pada sesi inti kegiatan Hasbar selaku Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim sekaligus narahubung utama kegiatan, turun langsung sebagai pemateri utama. Dalam paparannya mengenai Kebijakan Pemerintah Provinsi dalam Peningkatan IPP, Hasbar membedah 16 indikator baru yang melibatkan lima domain utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, partisipasi dannkepemimpinan, serta inklusivitas dan gender.
Jalannya diskusi dan pemaparan materi tersebut dipandu langsung oleh moderator dari Dispora Kutim, yang memastikan interaksi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber berlangsung hidup serta interaktif. Rangkaian materi kemudian dilanjutkan dengan teknis perhitungan indeks oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kutim, serta materi pola hidup sehat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim.
Hasbar menyatakan bahwa sinergi seperti ini akan terus digalakkan ke depan demi memutus rantai kesenjangan pembangunan kepemudaan di seluruh pelosok Bumi Etam.(kopi5/kopi13/kopi3)






























