Beranda Kutai Timur Didukung KPC, Pembangunan Lamin Adat Rindang Benua Masuk Tahap Pengerjaan

Didukung KPC, Pembangunan Lamin Adat Rindang Benua Masuk Tahap Pengerjaan

8 views
0

Pembangunan Lamin Adat DAyak Dusun Rindang Benua dapat dukungan dari KPC.Foto: Istimewa

SANGATTA SELATAN – Pembangunan Lamin Adat Dayak di Dusun Rindang Benua, Kecamatan Sangatta Selatan, mulai dikerjakan. Kehadiran rumah panjang tradisional khas masyarakat Dayak ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan budaya dan musyawarah adat, tetapi juga memperkuat identitas budaya sekaligus membuka potensi wisata dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Pembangunan Lamin Adat Rindang Benua mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC) Tahun 2026. Pengerjaannya juga dilakukan dengan semangat swadaya dan gotong royong masyarakat.

Dimulainya pembangunan ditandai dengan prosesi pemasangan tiang utama Lamin Adat di Dusun Rindang Benua KM 10, Kecamatan Sangatta Selatan, Kamis (13/8/2026) pukul 09.00 Wita lalu. Kegiatan diawali ramah tamah dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan tiang utama secara bersama-sama.

Deputi General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC, M Munir Zein Damar, mengatakan pembangunan Lamin Adat tersebut merupakan bagian penting dalam upaya menjaga dan mencerminkan budaya masyarakat Dayak di Rindang Benua.

Menurutnya, pembangunan Lamin harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antara masyarakat, pemerintah maupun dunia usaha.

“Tiang ini kita dirikan sebagai bentuk gotong royong dan semangat persatuan. Kita tarik bersama-sama, kita dirikan bersama-sama, sehingga masing-masing memiliki andil dalam pembangunan tiang utama,” ujarnya.

Damar berharap pembangunan Lamin Adat tersebut dapat segera terwujud dan ke depan mampu menjadikan Dusun Rindang Benua sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Ia menilai keberadaan Lamin tidak cukup hanya menjadi bangunan seremonial, tetapi harus diikuti dengan kegiatan budaya yang berkelanjutan. Termasuk penyelenggaraan berbagai pertunjukan kesenian, pengembangan kerajinan serta aktivitas budaya lainnya yang dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Dengan niat baik ini nanti di sini akan hidup, tidak hanya sekadar seremonial mendirikan bangunan Lamin, tetapi setelah itu juga ada keberlanjutan yang membuat daerah ini menjadi sentra budaya Dayak yang bisa menjadi tujuan wisata. Secara tidak langsung akan menghidupkan ekonomi warga dari kesenian dan kerajinan yang ditawarkan di sini,” katanya.

Damar juga memaknai nama Rindang Benua sebagai gambaran sebuah rumah yang teduh dan menenteramkan bagi semua. Menurutnya, Lamin Adat nantinya diharapkan menjadi ruang kebersamaan yang tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Dayak Kenyah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang beragam di sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutim, M Ayub menyampaikan apresiasi atas dukungan KPC dalam pembangunan Lamin Adat Rindang Benua. Ia menilai dukungan tersebut merupakan bukti nyata kepedulian perusahaan terhadap pelestarian budaya Dayak, khususnya di wilayah Sangatta Selatan.

Ayub yang juga merupakan tokoh masyarakat Dayak menyampaikan harapannya agar Rindang Benua ke depan dapat berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan budaya Dayak di Kalimantan Timur.

“Suatu saat nanti Dusun Rindang Benua akan menjadi tuan rumah pesta adat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Menurut Ayub, Lamin Adat Rindang Benua memiliki nilai strategis karena bentuknya yang besar dan ikonik serta sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mengembangkan potensi budaya dan pariwisata daerah.

“Lamin Adat ini merupakan bangunan yang sangat besar dan ikoniknya sangat tinggi serta mendukung program Pemerintah Kutai Timur. Saya berharap peran pemerintah, perusahaan swasta serta masyarakat untuk dapat berpartisipasi, bekerja sama, bergotong royong, dan kompak selalu,” tuturnya.

Pembangunan Lamin Adat Rindang Benua sendiri dilaksanakan dengan mengedepankan tenaga swadaya dan gotong royong masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan bangunan yang diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus pusat pelestarian budaya Dayak.

Pemerintah Kabupaten Kutim menyambut baik kolaborasi antara masyarakat, pemerintah dan dunia usaha dalam pembangunan tersebut. Ke depan, keberadaan Lamin Adat diharapkan dapat menjadi ruang pelestarian seni dan budaya, pusat kegiatan masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan Dusun Rindang Benua sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Dalam kegiatan pemasangan tiang utama tersebut turut hadir Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, perwakilan Desa Pinang Raya, Kepala Dusun Rindang Benua Sekimin, tokoh adat dan masyarakat Rindang Benua, serta jajaran manajemen KPC.(kopi12/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini