Momen penandatanganan kerja sama (PKS) Pemkab Blitar dan Kutim. Foto: Irfan/Pro Kutim
SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menjalin kerja sama dengan Pemkab Blitar dalam memenuhi kebutuhan pangan dan menekan tingkat inflasi daerah. Kesepakatan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), yang mendorong kolaborasi antardaerah untuk saling melengkapi kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi secara mandiri lewat penandatanganan kerja sama (PKS) di Aula UPTD Taman Budaya Jalan Kemakmuran, Selasa (6/10/2026) malam dirangkai dengan pelantikan kepengurusan Persaudaraan Paguyuban Blitar-Kaltim (PPBK) dan Milad ke-1 PPBK.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman usai PKS menyatakan bahwa Kabupaten Blitar memiliki keunggulan komparatif di bidang pertanian.
“Oleh karena itu, Kutai Timur membutuhkan pasokan produk pertanian dari Blitar, seperti cabai dan bawang merah, untuk melengkapi produksi lokal yang jumlahnya masih terbatas. Langkah kerja sama ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Kutai Timur,” sebutnya disaksikan Bupati Blitar Rijanto, Staf Ahli Bidang SDA Perekonomian dan Kesra Pemprov Kaltim Puguh Harjanto, Sekdakab Kutim Rizali Hadi, Ketua Umum PPBK Iman Santoso hingga jajaran kepala perangkat daerah (PD) dari Pemkab Kutim dan Blitar yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah turut memaparkan kondisi perekonomian Kutim yang saat ini menginjak usia 26 tahun setelah dimekarkan dari Kabupaten Kutai dan pada 10 Oktober 2026 mendatang akan menginjak usia ke-27. Ia menjelaskan bahwa 70 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim sangat didominasi oleh sektor pertambangan batu bara.
“Mengingat penerimaan dari dana bagi hasil sumber daya alam memiliki sifat yang sangat fluktuatif, Pemkab Kutai Timur kini berupaya mengurangi ketergantungan pada sektor tambang dengan memfokuskan pembangunan pada sektor pertanian, khususnya melalui perkebunan kelapa sawit,” urainya.
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah turut menyebut kegiatan yang difasilitasi oleh Paguyuban Warga Blitar ini diselenggarakan di Taman Budaya Samarinda, sebuah lokasi yang memberikan nilai nostalgia bagi Ardiansyah pada masa sekolah menengahnya saat mengambil jurusan bahasa.

Menutup pertemuannya, Ardiansyah secara khusus mengundang Bupati Blitar, Rijanto, untuk kembali berkunjung ke ibu kota Kutim, Sangatta, mengingat Rijanto sebelumnya pernah bertandang ke wilayah tersebut pada kurun waktu 2001 atau 2002 untuk mengurus warga transmigrasi. Acara kerja sama ini juga terlaksana berkat dukungan fasilitas tempat yang disediakan oleh Pemprov Kaltim.(kopi13/kopi3)





























