Nastasya, salah seorang mahasiswa IAI SEBI penerima Beasiswa Baznas Kutim. Foto: Istimewa
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah bersama BAZNAS Kutim terus memperkuat sinergi dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi generasi muda.
Langkah ini ditunjukkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS Kutim di Institut Agama Islam SEBI (IAI SEBI), Depok, Jawa Barat, pada akhir September 2026 lalu.
Tim Bagian Kerja Sama Setkab Kutim yang diwakili Silvya Wana Lestari dan Wandha Muliawaty meninjau langsung perkembangan akademik, pelaksanaan program, hingga fasilitas yang diterima para penerima manfaat.

“Monitoring ini untuk melihat perkembangan mahasiswa kita yang mendapatkan beasiswa BAZNAS Kutim, baik dari sisi perkuliahan maupun aktivitas harian mereka di kampus,” ujar Silvya saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2026).
Menurut Silvya, program ini menjadi bentuk kolaborasi nyata dalam membuka peluang pendidikan tinggi yang lebih luas bagi putra-putri daerah.
Hingga 2026, sebanyak 26 mahasiswa asal Kutai Timur tercatat menempuh studi di IAI SEBI melalui Beasiswa BAZNAS Kutim. Para mahasiswa menerima dukungan pembiayaan pendidikan secara penuh, lengkap dengan fasilitas pendukung dan program pembinaan berkala.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para mahasiswa. Izaka Nurafif, mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah asal Kecamatan Muara Wahau, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang disediakan.
“Banyak manfaat yang saya dapatkan, terutama fasilitas asrama dan pembinaan karakter,” ungkap Izaka.
Hal senada diungkapkan Airil Anisa, mahasiswa asal Kecamatan Kaubun. Selain meringankan beban finansial, program ini memberikannya ruang untuk berkembang.

“Alhamdulillah, saya bisa aktif berorganisasi sehingga masa kuliah menjadi lebih produktif,” tuturnya.
Sementara itu, Nastasya, mahasiswa asal Sangatta, mengapresiasi keberlanjutan beasiswa ini. Berkat bantuan BAZNAS Kutim, ia dapat fokus menuntut ilmu tanpa khawatir biaya.
“Dengan adanya program ini, saya bisa berkuliah gratis dan mendapatkan fasilitas yang sangat memadai,” kata Nastasya.
Melalui monev berkala ini, Pemkab Kutim dan BAZNAS memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut demi mencetak SDM Kutim yang unggul dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.(kopi8/kopi13)






























