Penampilan ye-yel Paskibraka Kutim usai sukses mengibarkan Merah Putih di hadapan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi. Foto: Irfan/Pro Kutim
SANGATTA – Langit Sangatta pada pagi hari menuju siang, Senin (17/8/20226) pertengahan Agustus itu tampak cerah, seolah ikut bersorak merayakan detik-detik paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), ribuan pasang mata tertuju pada satu titik yaitubpasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang melangkah tegap dengan formasi sempurna. Di antara barisan yang penuh disiplin itu, berdiri seorang pemuda berwajah tegas dengan suara lantang yang memecah keheningan.
Dialah Ananda Akhmad Annur, Komandan Pleton (Danton) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kutim tahun ini. Siswa kelas XII SMAN 1 Sangatta Utara tersebut baru saja menuntaskan tugas mahaberatnya dengan gemilang. Sang Saka Merah Putih berkibar dengan sempurna di langit Kutim, disaksikan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat yang memadati arena upacara.
Namun, momen paling emosional dan mencuri perhatian justru terjadi sesaat setelah upacara selesai. Begitu barisan dibubarkan dan ketegangan selama berjam-jam mencair, Ananda tidak langsung beristirahat. Dengan mata yang menyiratkan rasa bangga luar biasa dan napas yang masih memburu, ia berbalik menghadap puluhan anggota Paskibraka lainnya.
Tiba-tiba, dari mulut pemuda berusia itu meluncur yel-yel penyemangat dengan suara menggelegar di depan Lobi Kantor Bupati Kutim. Sontak, puluhan rekan sesama anggota Paskibraka menyambut seruan tersebut dengan gemuruh tepuk tangan dan teriakan yel-yel yang kompak. Suasana lapangan yang tadinya formal mendadak berubah menjadi lautan haru, tawa, dan pelukan hangat. Air mata kebahagiaan tampak tumpah dari beberapa wajah anggota pasukan. Kerja keras, peluh, dan lelah selama berbulan-bulan latihan terbayar sudah.

“Yel-yel ini sebagai bentuk rasa syukur dan pelampiasan energi setelah berhari-hari tegang menjaga fokus. Keberhasilan ini hasil keringat bersama seluruh teman-teman Paskibraka dan para pelatih,” ujar singkatnya dengan senyum mengembang di sela-sela riuhnya suasana.
Perjalanan Ananda hingga dipercaya memegang posisi vital sebagai Danton tentu bukan perkara mudah. Seleksi ketat tingkat kabupaten harus ia lalui, bersaing dengan ratusan pelajar terbaik dari berbagai kecamatan di Kutim. Latihan fisik yang keras, tempaan mental di bawah terik matahari, hingga kedisiplinan tingkat tinggi menjadi makanan sehari-hari selama masa karantina.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang hadir menyaksikan jalannya yel-yel memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota Paskibraka Kutim binaan Badan Kesbangpol. Menurut Ardiansyah, generasi muda seperti dalah aset berharga bagi masa depan daerah dan bangsa.

“Mereka telah menunjukkan dedikasi, kedisiplinan, dan jiwa nasionalisme yang luar biasa. Apa yang kita saksikan hari ini adalah bukti nyata bahwa pemuda Kutai Timur memiliki potensi besar untuk memimpin masa depan,” ungkap Bupati Ardiansyah penuh bangga.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Mahyunadi juga turut menyampaikan rasa bangganya.
“Semangat kebersamaan dan nasionalisme yang dipancarkan para anggota Paskibraka ini tidak berhenti hanya pada seremoni perayaan kemerdekaan semata, melainkan terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari dan bangku sekolah,” tegasnya.
Kini, tugas berat telah usai. Bendera telah berkibar megah di bumi Kutim. Namun, gema yel-yel penuh semangat yang dipimpin Ananda Akhmad Annur akan terus membekas dalam ingatan, menjadi simbol bahwa api nasionalisme di dada generasi muda Kutim tidak akan pernah padam.(kopi13)































