Wakil Bupati Kutim Mahyunadi hadir dalam Lomba Karnaval Merah Putih gelaran IGKTKI. Foto: Bahtiar/Pro Kutim
SANGATTA — Halaman Kantor Camat Sangatta Utara, mendadak berubah menjadi lautan warna merah putih yang riuh pada Selasa (18/8/2026). Di antara kibaran bendera plastik kecil dan deru semangat pagi, ratusan anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) berbaris rapi dalam balutan busana kreasi. Bukan sekadar berjalan di bawah terik matahari, langkah kecil mereka pagi itu membawa pesan besar tentang masa depan bangsa.
Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi, tak dapat menyembunyikan rasa harunya saat berdiri di hadapan barisan bocah-bocah cilik tersebut. Di usianya yang masih sangat dini, anak-anak ini tampil percaya diri mengenakan berbagai pakaian adat hingga seragam profesi miniatur, didampingi para guru dan orang tua yang turut berdandan kreatif.

”Pagi-pagi kita sudah disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hati haru, bangga, senang, sekaligus memberi harapan bahwa kita dalam waktu yang panjang, puluhan hingga ratusan tahun yang akan datang, akan baik-baik saja dan bertambah maju,” ungkap Mahyunadi di hadapan ratusan peserta karnaval.
Bagi pemerintah daerah, kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kutim ini jauh dari kesan sekadar seremonial tahunan. Mahyunadi menegaskan, penanaman nilai-nilai nasionalisme, kebersamaan, and cinta tanah air harus dimulai sejak usia paling dasar. Langkah ini sejalan dengan misi Kabupaten Kutim dalam mewujudkan pemerataan daya saing daerah lewat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, and berprestasi.
”Melalui kegiatan ini kita tanamkan kepada anak kita cinta kepada bangsa dan bangga jadi anak Republik Indonesia,” tambahnya.
Kemeriahan pagi itu memang menyedot perhatian banyak pihak. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai dari Kepala Dinas Kesehatan Kutim Yuwana Sri Kurniawati, perwakilan Dinas Pendidikan, Kapolsek Sangatta Utara, hingga Danramil Sangatta Utara, tampak berbaur menyaksikan aksi lugu para peserta didik.
Camat Sangatta Utara sekaligus Ketua Bunda PAUD Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menjelaskan bahwa karnaval ini dirancang sebagai medium edukatif agar anak-anak dapat mengenal arti perjuangan sejak dini.

“Tujuannya bagaimana anak-anak kita mengenal perjuangan dan menanamkan rasa patriotisme kepada anak-anak sekalian,” ujar Hasdiah.
Sementara itu, Ketua Panitia IGTKI Kutim, Elyza, memaparkan bahwa ajang ini merupakan bagian dari program kerja kepengurusan periode 2024–2029 yang sengaja diselaraskan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Meski ada beberapa sekolah yang berhalangan, antusiasme tetap tinggi dengan keterlibatan puluhan lembaga pendidikan.
“Kegiatan ini diikuti sebanyak 37 sekolah dengan total 555 anak, serta didampingi 115 orang dari unsur komite dan guru,” rinci Elyza.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur, mulai dari unsur pimpinan daerah, anggota DPRD, pihak swasta seperti PT KPC, hingga para pelaku usaha lokal yang turut menyokong kesuksesan acara.
Karnaval yang berlangsung semarak ini tidak hanya menjadi panggung unjuk kreativitas bagi anak-anak, tetapi juga meleburkan batasan antara guru, orang tua, pemerintah dan masyarakat dalam satu ikatan silaturahmi. Di bawah langit Sangatta, langkah-langkah kecil peserta didik TK pagi itu seolah mengirimkan sebuah kepastian bahwa estafet kemerdekaan Indonesia di tanah Kutim berada di tangan generasi yang kelak tumbuh dengan kepala tegak dan hati yang bangga.(kopi7/kopi13)






























