Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Kunjungan Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Timur, Siti Robiah Ardiansyah, ke lokasi stan tidak sekadar memastikan kesiapan tempat. Ia ingin memastikan setiap ruang yang diisi TP PKK dan Dekranasda mampu menyampaikan hasil pembinaan secara menarik sekaligus memberi pengalaman yang nyaman bagi pengunjung.
Siti Robiah meninjau langsung persiapan stan yang akan digunakan dalam Pekan Raya Kutim Expo 2026 pada 12 Oktober mendatang. Perhatian terutama diarahkan pada stan Dekranasda yang akan menampilkan dokumentasi kegiatan, hasil pelatihan, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan.
Menurut Siti Robiah, posisi stan TP PKK dan Dekranasda yang berdekatan menjadi peluang untuk membangun penyajian yang saling melengkapi serta memiliki alur yang mudah diikuti pengunjung.

“Karena lokasi PKK dan Dekranasda berdekatan, persiapannya kita selaraskan. Kita ingin stan ini tertata dengan baik sehingga masyarakat yang datang bisa melihat seluruh materi dan produk dengan nyaman,” ujar Siti Robiah saat meninjau lokasi.
Untuk Dekranasda, materi yang disiapkan tidak hanya berupa dokumentasi kegiatan. Video aktivitas pembinaan dan hasil pelatihan akan dipadukan dengan karya UMKM sehingga pengunjung dapat melihat hubungan antara proses pendampingan dan produk yang dihasilkan.
Produk yang ditampilkan mencakup sektor fesyen dan makanan. Kehadiran produk tersebut menjadi bagian penting karena memperlihatkan kemampuan pelaku usaha lokal mengolah keterampilan menjadi karya yang memiliki nilai tambah.
Bagi Siti Robiah, ruang pamer seperti Pekan Raya Kutim Expo 2026 dapat menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada khalayak yang lebih luas. Karena itu, stan tidak cukup hanya dipenuhi berbagai barang, tetapi perlu memberikan informasi yang membantu pengunjung memahami cerita di balik produk tersebut.

“Kita ingin masyarakat bisa melihat apa saja yang sudah dilakukan Dekranasda, mulai dari kegiatan, pelatihan, sampai hasil karya UMKM. Ada produk fashion dan juga makanan yang akan kita tampilkan,” jelasnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memastikan kebutuhan para tenant dapat terakomodasi sejak awal. Kelancaran akses pengunjung, kepadatan ruang, hingga cara produk ditampilkan menjadi bagian yang diperhatikan agar stan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional.
Hal itu penting karena Pekan Raya Kutim Expo 2026 akan mempertemukan produk, pelaku usaha, komunitas, organisasi, dan masyarakat dalam satu ruang. Stan yang tertata dengan baik akan memudahkan pengunjung mengenali produk sekaligus membuka peluang interaksi langsung dengan para pelaku usaha.

Sementara itu, stan TP PKK akan membawa materi kegiatan Pokja 2 yang berkaitan dengan pemberdayaan dan pengembangan aktivitas masyarakat. Materi tersebut menjadi pelengkap bagi sajian Dekranasda yang lebih banyak menampilkan hasil pembinaan dan karya UMKM.
Siti Robiah menekankan bahwa penyajian stan harus memberi ruang yang cukup bagi pengunjung untuk bergerak dan berinteraksi.
Dengan begitu, kunjungan ke pameran tidak berhenti pada aktivitas melihat-lihat, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh potensi dan karya masyarakat Kutai Timur.
“Kita atur supaya pengunjung bisa leluasa. Jadi bukan hanya produknya yang kita tampilkan, tetapi bagaimana masyarakat bisa melihat dan memahami kegiatan yang sudah kita lakukan,” katanya.
Kehadiran produk hasil pembinaan juga memperlihatkan bahwa pemberdayaan UMKM membutuhkan proses. Pelatihan menjadi tahap awal, sementara kualitas karya, kemampuan pemasaran, dan keberanian pelaku usaha memperkenalkan produknya menjadi bagian penting untuk membawa hasil pembinaan menuju pasar yang lebih luas.

Pekan Raya Kutim Expo 2026 akhirnya tidak hanya menjadi ruang pamer dalam perayaan HUT ke-27 Kutai Timur. Bagi Dekranasda, momentum ini menjadi kesempatan mempertemukan hasil pembinaan dengan publik dan memberi ruang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan karya mereka.
Melalui stan yang dipersiapkan secara terarah, pengunjung diharapkan tidak hanya menemukan beragam produk lokal, tetapi juga melihat proses, kreativitas, dan potensi ekonomi yang tumbuh dari tangan masyarakat Kutai Timur. (kopi15/kopi4/kopi3)































