PWGT Kutim Perkuat Pelayanan, Bangun Harmoni dari Keluarga

IMG 20261030 WA0028

Suasana pembukaan Persidangan III PWGT Klasis Kutai Timur di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutai Timur. Foto: Yus/Pro Kutim.

SANGATTA - Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PWGT) Klasis Kutai Timur mengevaluasi pelayanan dan mempersiapkan pembaruan kepengurusan melalui Persidangan III yang berlangsung pada Jumat-Sabtu, 30-31 Oktober 2026. Persidangan bertema “Teguh dalam Kebenaran, Bertumbuh dalam Kasih” ini menjadi ruang untuk mengevaluasi pelayanan periode 2022-2026 sekaligus merumuskan arah pelayanan periode 2027-2031.

Pembukaan persidangan berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutai Timur. Sementara itu, kegiatan hari kedua dijadwalkan berlangsung di Gedung Gereja Jemaat Elim Sangatta.

Ketua Badan Pekerja Klasis (BPK) Kutai Timur Pdt. Petrus Silas menegaskan bahwa persidangan merupakan kesempatan untuk meninjau kembali kebutuhan pelayanan dan menentukan langkah yang lebih relevan bagi jemaat.

1001344500
1001344500

“Persidangan ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi apa yang sudah kita kerjakan dan mempersiapkan program pelayanan untuk periode berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan PWGT harus membawa dampak nyata bagi kehidupan persekutuan, keluarga, dan masyarakat.

“Di mana PWGT hadir, seharusnya ada harmoni, sukacita, dan kebersamaan. Itulah salah satu tanda bahwa kita teguh dalam kebenaran dan bertumbuh dalam kasih,” tegasnya.

1001344498
1001344498

Pada kesempatan tersebut, Ketua PWGT Klasis Kutai Timur Herlina Toding menjelaskan bahwa persidangan yang semula dijadwalkan pada April 2027 dimajukan sekitar enam bulan. Langkah tersebut dilakukan agar pengurus terpilih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi Persidangan XV PWGT di Toraja pada 29 Juni-2 Juli 2027 sekaligus menyesuaikan program pelayanan dengan tahun anggaran.

“Kami ingin pengurus yang terpilih mempunyai waktu untuk mempersiapkan diri, sehingga tidak terburu-buru menghadapi persidangan tingkat pusat,” jelasnya.

Menurut Herlina, harmoni harus dimulai dari kehidupan pribadi dan keluarga sebelum diwujudkan dalam pelayanan gereja.

“Kalau PWGT hadir di tengah keluarga, harus ada harmoni. Begitu juga ketika hadir di jemaat dan masyarakat,” ungkapnya.

IMG 20261030 WA0025
IMG 20261030 WA0025

Sementara itu, Ketua Panitia Yuliana Kalalembang melaporkan bahwa sekitar 150 peserta dari 11 jemaat se-Klasis Kutai Timur mengikuti persidangan ini. Selain evaluasi dan penyusunan program kerja periode 2027-2031, agenda penting lainnya adalah pemilihan pengurus baru.

“Tujuan persidangan ini bukan hanya mengevaluasi program, tetapi juga menyusun pelayanan ke depan dan memilih kepengurusan yang baru,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa total dukungan dana kegiatan mencapai Rp97.621.000 yang bersumber dari subsidi klasis, kontribusi jemaat, pundi-pundi, bazar, dan donatur.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Pusat PWGT Koordinator Wilayah V Kalimantan Naomi Lahu mengapresiasi semangat pelayanan perempuan gereja di Kutai Timur. Menurutnya, keberhasilan pelayanan di tingkat klasis tidak terlepas dari keterlibatan aktif anggota PWGT di jemaat.

“Yang menjalankan program pelayanan bukan hanya pengurus pusat. Ibu-ibu di jemaatlah yang langsung bekerja dan melaksanakannya di lapangan,” ujarnya.

Naomi juga mengingatkan bahwa keharmonisan dalam persekutuan harus dibangun mulai dari kehidupan keluarga.

“Bagaimana kita mau hidup harmonis dalam persekutuan kalau di dalam diri sendiri dan keluarga kita tidak harmonis? Karena itu, harmoni harus dimulai dari rumah,” tegasnya.

Persidangan III PWGT Klasis Kutai Timur diharapkan menghasilkan kepengurusan dan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan, memperkuat iman, serta menghadirkan kasih dan keharmonisan di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat. (Yus/Fj)

4060
Yus
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...