Beranda Kutai Timur 53 Mahasiswa Stiper Ikuti Santiaji Sebelum KKN ke Kaubun

53 Mahasiswa Stiper Ikuti Santiaji Sebelum KKN ke Kaubun

55 views
0

Ismail Fahmy, Ketua STIPER sampaikan Sambutan. Foto. Awal/Lintang/Bagus Pro Kutim

SANGATTA – Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) resmi menggelar Kegiatan Pembekalan (Santiaji) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXII Tahun 2026 di Aula STIPER Kutim, Selasa (21/7/2026) pagi. Mengangkat tema “Optimalisasi Potensi Desa Kecamatan Kaubun dalam Mendukung dan Mewujudkan Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”, agenda tahunan ini menjadi momentum krusial kampus dalam memperkuat peran Tri Dharma Perguruan Tinggi di tengah masyarakat.

Sebanyak 53 mahasiswa lintas disiplin ilmu dipastikan siap menerjunkan diri ke lapangan selama 45 hari, terhitung mulai 28 Juli hingga 10 September 2026. Kegiatan pengabdian yang dibiayai secara mandiri oleh mahasiswa ini berfokus pada pemetaan potensi lokal serta formulasi solusi atas tantangan pembangunan perdesaan.

Ketua STIPER Kutim, Ismail Fahmy Almadi, menegaskan bahwa KKN Angkatan XXII memiliki nilai strategis menyikapi pergeseran struktur ekonomi daerah. Saat ini, indikator ketahanan pangan di Kutim menunjukkan grafik peningkatan yang positif di tengah tren penurunan kontribusi sektor ekstraktif seperti pertambangan.

“Pertanian kita menunjukkan tren naik saat sektor tambang mengalami penurunan. STIPER mengambil peran nyata dengan menyiapkan sedikitnya lima pemuda di setiap desa sebagai kader tani masa depan. Kepada para peserta KKN, jaga kekompakan, adab, dan nilai-nilai silaturahmi. Petakan potensi masalah di desa, lalu hadirkan solusi konkret berbasis keilmuan yang kalian miliki,” tegas Ismail Fahmy.

Ia menambahkan, penerjunan mahasiswa ke sentra-sentra produksi pertanian juga sejalan dengan komitmen internal STIPER yang saat ini terus berbenah dan mengakselerasi peningkatan akreditasi program studi guna melahirkan SDM sektor agrikultur yang semakin kompetitif.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN XXII STIPER Kutim, Rudiyanto, memaparkan bahwa seluruh peserta yang diberangkatkan telah memenuhi kualifikasi akademik ketat, yakni telah menempuh beban studi minimal 100 SKS.

Komposisi peserta terdiri dari 27 mahasiswa laki-laki dan 26 mahasiswa perempuan yang berasal dari 7 latar belakang keahlian, meliputi Agroteknologi, Teknik Pertanian, Kehutanan, Peternakan, Ilmu Kelautan, Konsentrasi Budidaya Perairan, serta Konsentrasi Agribisnis.

Seluruh peserta akan dibagi secara proporsional ke dalam 6 kelompok kerja yang tersebar di 6 desa se-Kecamatan Kaubun, yakni Desa Bukit Permata, Bumi Rapak, Cipta Graha, Kadungan Jaya, Mata Air, dan Pengadan Baru.

Kehadiran Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam pembekalan tersebut semakin memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah. Dalam arahannya, Bupati mengapresiasi penetapan Kecamatan Kaubun—sebuah kawasan eks-transmigrasi yang kaya akan potensi pisang ekspor, sentra padi, serta komoditas udang sungai sebagai sasaran utama program KKN tahun ini.

Ardiansyah menilai, di era kepemimpinan nasional yang menempatkan ketahanan pangan sebagai pilar utama pembangunan, STIPER Kutim memegang peranan kunci sebagai kawah candradimuka calon-calon inovator pertanian daerah.

“Kalian hadir di Kaubun untuk berinteraksi dengan petani yang kini semakin modern. Jadikan KKN ini sebagai wadah transfer pengetahuan. Dulu pada era 90-an, kolaborasi mahasiswa lintas jurusan mampu menciptakan produk bernilai tambah seperti olahan kopi jahe hingga menggerakkan ekonomi warga. Saya berharap KKN XXII ini melahirkan terobosan serupa,” pungkas Bupati.(kopi5/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini