Beranda Kutai Timur Bupati Kutim Tantang Mahasiswa STIPER Gali Potensi Laut dan Desa

Bupati Kutim Tantang Mahasiswa STIPER Gali Potensi Laut dan Desa

46 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menyampaikan arahan di Pembekalan (Santiaji) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXII Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER). Foto: Awal/Bagus/Lintang Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menantang mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXII STIPER Kutai Timur untuk tidak sekadar menjalankan program rutin di desa, tetapi mampu menemukan dan mengembangkan potensi daerah yang selama ini belum tergarap.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pembekalan (Santiaji) KKN STIPER Kutim Tahun 2026 di Aula STIPER Kutim, Selasa (21/7/2026).

Menurut Ardiansyah, tema KKN tahun ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni “Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.”

Ia menilai Kecamatan Kaubun memiliki banyak potensi yang masih bisa dikembangkan, mulai dari sektor pertanian hingga kelautan.

“Kutai Timur ini saya sebut sebagai Magic Land, karena potensi alamnya luar biasa. Kita punya laut, garis pantai, hingga sumber daya alam yang sangat besar. Persoalannya, sampai hari ini masih banyak yang belum mampu kita eksplorasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan potensi kelautan yang menurutnya belum dimanfaatkan secara maksimal, meski Kutai Timur memiliki garis pantai yang panjang.

“Belum ada potensi laut yang benar-benar kita kembangkan secara optimal. Ini menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama dari Program Studi Ilmu Kelautan,” katanya.

Selain potensi alam, Ardiansyah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan pembangunan daerah.

Menurutnya, kekayaan alam tidak akan memberi manfaat besar apabila tidak didukung SDM yang mampu mengelola dan menciptakan inovasi.

“Keunggulan komparatif yang kita miliki tidak akan muncul tanpa sumber daya manusia yang siap mengeksplorasi apa yang ada di hadapan kita,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai ruang belajar langsung bersama masyarakat, mengenali persoalan desa, sekaligus menghadirkan solusi yang dapat diterapkan setelah program KKN selesai.

“KKN jangan hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian dari pembangunan Kutai Timur,” tandasnya.(kopi17/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini