Jalannya Rapat PB Porprov VIII Paser. Foto: Istimewa
SANGATTA – Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 menyepakati 64 cabang olahraga (cabor) tetap dipertandingkan pada ajang yang akan berlangsung di Kabupaten Paser, 14–27 November 2026 mendatang.
Kesepakatan tersebut menjadi titik terang setelah sebelumnya terjadi polemik terkait jumlah cabor yang akan dipertandingkan. Namun, persoalan anggaran masih menjadi kendala utama bagi tuan rumah.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser Kurniawan mengatakan, pihaknya tidak pernah keberatan dengan keputusan mempertahankan 64 cabor. Hanya saja, berdasarkan perhitungan, anggaran Rp 20 miliar dari P-APBD Kaltim 2026 belum mencukupi kebutuhan pelaksanaan seluruh cabor.
“Pada dasarnya kami tuan rumah tidak pernah keberatan dengan 64 cabor yang dipertandingkan dalam Porprov. Tapi, sudah kami hitung, dengan anggaran Rp 20 miliar dari APBD Kaltim, itu tidak cukup,” kata Kurniawan usai rapat finalisasi bersama jajaran KONI Kaltim, Jumat (14/8/2026) dari siaran pers yang diterima Pro Kutim.
Didampingi Kepala Bidang Olahraga Disporapar Paser Abdi, Kurniawan menjelaskan kebutuhan anggaran untuk menggelar 64 cabor mencapai sekitar Rp 36 miliar. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar Rp 16 miliar.
Abdi menambahkan, pihaknya telah melakukan rasionalisasi terhadap kebutuhan anggaran masing-masing cabor. Namun, berbagai opsi penghematan belum mampu menutup selisih kebutuhan tersebut.
“Untuk menyelenggarakan 64 cabor itu membutuhkan Rp36 miliar. Di sinilah masalahnya. Kami sudah berusaha mengutak-atik dengan berbagai opsi, tapi tetap tidak dapat klop juga,” ujarnya.
Untuk mencari jalan keluar, PB Porprov VIII telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Bupati Paser selaku Ketua Umum PB Porprov Kaltim. Salah satu solusi yang diharapkan tuan rumah adalah adanya tambahan anggaran dari Pemprov Kaltim minimal separuh dari kekurangan Rp 16 miliar tersebut.
“Itu win-win solution dari kami,” kata Kurniawan.
Di sisi lain, Wakil Ketua I KONI Kaltim Hendra RA mengatakan persoalan jumlah cabor dan nomor pertandingan sudah diselesaikan. Dalam finalisasi, disepakati 64 cabor dengan total 1.066 nomor tanding.
“Titik masalah soal cabor yang dipertandingkan sudah selesai. Sebanyak 64 cabor dan 1.066 nomor tanding yang telah disepakati mengakhiri polemik yang terjadi,” katanya.
Menurut Hendra, persoalan yang kini tersisa adalah kekurangan anggaran. Karena menyangkut kebijakan anggaran, keputusan selanjutnya akan diserahkan kepada pimpinan KONI Kaltim dan pemerintah daerah.
“Sekarang tersisa soal kekurangan anggaran. Karena ini bukan wewenang saya selaku Wakil Ketua KONI maupun Binpres, maka kita serahkan ke Ketua Umum KONI,” ujarnya.
Hendra menegaskan, meskipun kesepakatan teknis mengenai 64 cabor dan 1.066 nomor tanding telah tercapai, keputusan akhir terkait dukungan anggaran tetap membutuhkan pembahasan di tingkat pimpinan.
Anggaran Porprov VIII saat ini masuk dalam usulan Dispora Kaltim dan menunggu pembahasan serta persetujuan DPRD Kaltim. Dalam usulan tersebut, anggaran Rp 20 miliar akan dikelola melalui mekanisme Belanja Langsung (BL) oleh Dispora Kaltim.
Mekanisme tersebut berbeda dengan Porprov VI di Kutai Timur dan Porprov VII di Berau yang menggunakan pola hibah.
PB Porprov VIII Paser menyatakan tidak mempermasalahkan mekanisme Belanja Langsung tersebut. Kurniawan menegaskan, pihaknya siap mengikuti tata kelola anggaran yang ditetapkan pemerintah provinsi.
“Tidak ada masalah soal belanja langsung dikelola Dispora Kaltim,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi kontingen daerah peserta, kesepakatan mempertahankan 64 cabor mendapat respons positif. Ketua KONI Kutai Timur Rudi Hartono menyambut baik keputusan tersebut karena seluruh cabor yang sebelumnya dipersiapkan atlet Kutim tetap memiliki kesempatan bertanding.
Menurutnya, meskipun terdapat pengurangan nomor tanding, keputusan mempertahankan 64 cabor menjadi kabar baik bagi atlet yang telah mengikuti babak prakualifikasi.
“Intinya saya sangat senang karena bisa dimainkan 64 cabang olahraga. Kalau sampai tidak dimainkan, kasihan atlet yang kemarin sudah berlaga di babak prakualifikasi kalau tidak dipertandingkan,” ujarnya.
KONI Kutai Timur memastikan akan mengikuti seluruh 64 cabor tersebut. Saat ini, pendataan jumlah atlet dan kebutuhan kontingen masih dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kutim.
Pendataan mencakup kebutuhan peralatan, pakaian kontingen, transportasi, akomodasi, konsumsi hingga uang saku atlet. Seluruh kebutuhan keberangkatan kontingen Kutim akan dikelola melalui anggaran Dispora Kutim.
Dengan telah disepakatinya 64 cabor, perhatian kini tertuju pada penyelesaian kekurangan anggaran Rp 16 miliar. PB Porprov berharap terdapat solusi melalui tambahan P-APBD Kaltim 2026 maupun alternatif pendanaan lainnya, termasuk dukungan sponsorship, sehingga seluruh rangkaian Porprov VIII dapat berjalan sesuai rencana.(kopi10/kopi13/kopi3)






























