Beranda Infrastruktur Bupati Klaim Program Rp250 Juta per RT Kutim Langka di Kaltim 

Bupati Klaim Program Rp250 Juta per RT Kutim Langka di Kaltim 

26 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan sambutan dalam peresmian Listrik PLN 24 Jam di Desa Saka.Foto: Bagus/Pro Kutim

SANGKULIRANG – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, meyakini program per RT sebesar Rp 250 juta per tahun merupakan inovasi daerah yang tergolong langka diterapkan di wilayah lain. Kebijakan ini diproyeksikan mampu mengentaskan hingga 80 persen kemiskinan di tingkat RT dalam kurun waktu lima tahun.

“Maksud saya, tidak ada yang membuat program ini. Cek saja di Kaltim, bahkan di luar Kaltim. Nah, maksud saya adalah manfaatkan ini dengan sebaik-baiknya. Saya punya gambaran dan mimpi 5 tahun program ini berjalan, saya yakin 80 persen kemiskinan di wilayah RT itu sudah habis, terbantu dengan program ini,” ujar Ardiansyah di hadapan warga Sangkulirang dalam momen peresmian listrik desa 24 jam untuk 6 desa di Halaman Kantor Desa Saka, Sabtu (29/8/2026) malam lalu.

Ardiansyah menekankan bahwa strategi penanganan kemiskinan daerah tidak cukup jika hanya mengandalkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat yang sifatnya konsumtif jangka pendek. Melalui pengalokasian program RT di bawah komando DPMDes yakni Rp 100 juta di Anggaran Murni dan Rp 150 juta di Anggaran Perubahan, pemerintah daerah mendorong terciptanya kemandirian ekonomi dari tingkat bawah.

Setiap Ketua RT bersama Kepala Desa diminta merancang program pelatihan keterampilan bagi warga kurang mampu, seperti menjahit, perbengkelan, hingga produksi kuliner lokal. Setelah memiliki keterampilan, Pemkab Kutim menyambungnya dengan kucuran modal usaha melalui Dinas Koperasi.

Guna memastikan dana terserap secara optimal dan tepat sasaran, Bupati mewajibkan setiap RT merealisasikan minimal tiga kegiatan per tahun sesuai Peraturan Bupati (Perbup). Selain fokus pemberdayaan ekonomi dan penanganan stunting, anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur skala kecil di pemukiman.

“Silakan manfaatkan untuk penerangan jalan lingkungan, pemasangan CCTV keamanan, hingga perbaikan jalan RT. Saya minta Ketua RT dan Kepala Desa seirama merancang program ini, segera buat usulannya dan jangan saling melempar tanggung jawab agar target bebas miskin di Kutai Timur dapat tercapai,” tutup Ardiansyah.(kopi5/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini