Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menghadiri acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan. Foto: Miftah/Nisa Pro Kutim
BALIKPAPAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) belum masuk dalam jajaran pemerintah daerah penerima apresiasi pada Acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Ballroom Platinum Hotel and Convention Hall, Kamis (3/9/2026) malam.
Acara dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.
Dalam kegiatan tersebut, apresiasi diberikan kepada pemerintah daerah dalam empat kategori, yakni Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan, Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, serta Implementasi Program 3 Juta Rumah.
Pemkab Kutim dalam kegiatan tersebut diwakili Wakil Bupati Kutim Mahyunadi. Ia hadir didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati dan Kabid Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kutim Mohammad Noor.

Meski Kutim belum masuk dalam daftar penerima apresiasi, Mahyunadi menilai hasil tersebut tidak seharusnya menyurutkan semangat pemerintah daerah. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kinerja di berbagai sektor.
“Tidak membuat semangat kita kendor. Ini merupakan dorongan bagi kita,” ujar Mahyunadi usai menghadiri kegiatan.
Ia mengakui masih ada sejumlah sektor yang perlu diperkuat agar ke depan Kutim dapat memberikan capaian yang lebih baik. Menurutnya, evaluasi tidak hanya diarahkan pada upaya meraih penghargaan, tetapi terutama pada peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Memang kita akui dari sektor-sektor lain kita harus lebih bekerja keras lagi untuk bisa mendapatkan penghargaan ke depan,” katanya.

Mahyunadi menegaskan, penghargaan bukan menjadi tujuan utama Pemkab Kutim dalam menjalankan program pemerintahan. Menurutnya, apresiasi yang diberikan pemerintah pusat lebih tepat dipandang sebagai motivasi untuk terus memperbaiki kinerja dan pelayanan publik.
“Penghargaan ini hanya dorongan, bukan menjadi target pencapaian kita. Target pencapaian kita adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat sebaik-baiknya,” tegasnya.
Ia berharap hasil evaluasi dari kegiatan tersebut dapat menjadi pemacu bagi perangkat daerah di Kutim untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat program, serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(kopi8/kopi13/kopi3)



























