Beranda Kutai Timur Dari Pelantikan KKK, Pesan Mahyunadi tentang Kutim sebagai Rumah Bersama

Dari Pelantikan KKK, Pesan Mahyunadi tentang Kutim sebagai Rumah Bersama

46 views
0

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi saat menghadiri kegiatan pelantikan DPD KKK Kutim. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kabupaten Kutai Timur masa bakti 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah prosesi meriah di Hall Indoor GOR Bela Diri Kompleks Stadion Kudungga, Sabtu (5/9/2026) malam. Mengusung tema besar “Esa Lalan, Esa Toroan” atau Satu Jalan Satu Tujuan, agenda ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus merajut kontribusi nyata warga Kawanua rumpun Minahasa Sulawesi Utara (Sulut) bagi pembangunan daerah.

Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Wakil Ketua Umum Bidang Sosial dan Kesehatan DPP KKK Fabian Sarundajang yang hadir mewakili Ketua Umum DPP KKK Angelica Tengker, Ketua DPW KKK Stenly Mowilos, Ketua DPD KKK Kutim terpilih Semuel Sagai, serta sejumlah pimpinan perwakilan paguyuban lintas etnis di Kutim.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum Bidang Sosial dan Kesehatan DPP KKK, Fabian Sarundajang, menekankan pentingnya peran serta warga Kawanua untuk senantiasa kompak dalam terlibat terutama dalam bersama-sama memajukan pembangunan daerah.

“Warga Kawanua yang ada di Kutim harus melebur, beradaptasi, dan berjalan seirama dengan arah kebijakan pemerintah daerah setempat,” jelasnya dalam arahan.

Ia juga mengusulkan agar ke depan dapat dirancang program cultural exchange atau pertukaran budaya antara Kabupaten Kutim dan wilayah Minahasa guna memperkuat jembatan kultural antardaerah.

“Ini tentunya menjadi salah satu sarana untuk terus mempererat persaudaraan agar tetap solid,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dalam arahannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan eksistensi Kerukunan Keluarga Kawanua yang semakin memperkaya mozaik sosial di Kutim. Ia memaparkan bahwa Kutim merupakan representasi miniatur Indonesia, di mana daerah ini dihuni oleh beragam suku bangsa dari berbagai penjuru nusantara.

Mahyunadi memaparkan data demografi lokal di mana komposisi suku pendatang justru mendominasi struktur kependudukan, dengan warga beretnis Jawa menempati peringkat pertama sekitar 31 persen, disusul etnis Bugis sekitar 30 persen, serta beraneka ragam suku lainnya. Kendati demikian, ia bersyukur seluruh elemen masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai dan rukun berkat sikap saling menghormati antara masyarakat pribumi dan para pendatang.

“Kutai Timur ini rumah kita bersama. Kalau sudah rumah, mari kita jaga rumah kita baik-baik bersama-sama, kita bersihkan, dan kita rawat dengan kerukunan,” pesan Mahyunadi di hadapan ratusan tamu undangan.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada jajaran pengurus DPD KKK Kutim yang baru dilantik agar kepengurusan ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan mampu menghadirkan program kerja nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh anggota.

“Saya minta paguyuban juga harus aktif mengayomi dan menjembatani komunikasi antarkeluarga guna mengantisipasi potensi gesekan sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

Di penghujung arahannya, Mahyunadi menutup sambutan dengan pantun khas penyejuk suasana yang disambut riuh tepuk tangan peserta, menegaskan bahwa kerukunan dan kebersamaan adalah kunci utama membawa Kutim yang tangguh dan berdaya saing.(kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini