Wabup Mahyunadi saat diwawancara usai Audiensi dengan GBN-MI DPP Kaltim dan DPK Kutim. Foto: Lintang/Pro Kutim
SANGATTA — Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mendorong agar pembinaan kesadaran bela negara tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut melalui peran kader di tengah kehidupan masyarakat. Upaya itu salah satunya disiapkan melalui Pelatihan Kader Bela Negara (PKBN) yang ditargetkan melibatkan sekitar 300 peserta pada Desember mendatang.
Hal tersebut disampaikan Mahyunadi seusai menerima audiensi Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) DPP Kaltim dan DPK Kutim di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana penguatan pembinaan sekaligus persiapan pelaksanaan PKBN.
Mahyunadi menyebut kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kutim. Dari pemantauan terhadap peserta yang telah mengikuti pengkaderan, sebagian dinilai mampu meneruskan nilai-nilai kebangsaan melalui aktivitas di lingkungan masing-masing.
“Dulu pernah ada, setelah sekian lama ternyata hasilnya cukup bagus. Kita pantau kader-kader yang telah ikut pengkaderan Pelatihan Bela Negara yang lalu, di masyarakat dia bergerak dengan baik untuk membawa masyarakat mengetahui dan cinta kepada bangsa dan negara,” ujar Mahyunadi.

Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi alasan untuk memperluas jumlah peserta. Semakin banyak kader yang terbentuk, semakin luas pula jangkauan edukasi mengenai kehidupan bernegara, kecintaan terhadap tanah air, serta tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Karena itu saya berpikir bahwa kader-kader ini harus diperbanyak, harus diperbanyak turun ke masyarakat untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana bernegara yang baik, mencintai tanah air yang baik,” katanya.
Pada pelaksanaan mendatang, komposisi peserta dirancang berasal dari unsur aparatur dan masyarakat sipil. Sekitar 50 ASN dan 50 PPPK akan mengikuti kegiatan tersebut, sementara 200 peserta lainnya berasal dari kalangan masyarakat.
Keterlibatan kecamatan juga menjadi perhatian dalam proses perekrutan. Dari 18 kecamatan di Kutim, Mahyunadi berharap sebanyak mungkin wilayah dapat mengirimkan perwakilannya sehingga pembinaan tidak terkonsentrasi di satu kawasan.

“Misalnya untuk kecamatan lima orang, mungkin ada 50 orang kecamatan. Bersyukur kalau bisa semua kecamatan dilibatkan untuk direkrut dilatih dalam bela negara ini,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan tersebut rencananya tidak hanya berupa pelatihan. PKBN juga akan dikaitkan dengan upacara peringatan Hari Bela Negara Nasional, dengan para peserta turut dilibatkan dalam pelaksanaannya.
Mahyunadi berharap GBN-MI dapat menjaga kesinambungan pembinaan setelah pelatihan selesai. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi dari sejauh mana mereka mampu membawa nilai kebangsaan ke lingkungan masing-masing.
Ia juga mengingatkan agar semangat pengabdian tersebut dijalankan secara tulus dan tidak diarahkan untuk mengejar kepentingan pribadi maupun imbalan dari negara.
Audiensi turut dihadiri Kepala Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Ketua DPP GBN-MI Kaltim Rustam Rumoro beserta jajaran. (kopi17/kopi4)





























