Beranda Kutai Timur Dinkes Kutim Kebut 5 Program Unggulan, Penanganan Stunting hingga Dokter Keliling

Dinkes Kutim Kebut 5 Program Unggulan, Penanganan Stunting hingga Dokter Keliling

39 views
0

Kepala Dinkes Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati. Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memfokuskan pelaksanaan lima program unggulan Bupati Kutai Timur di sektor kesehatan sebagai bagian dari 50 program prioritas pembangunan daerah. Lima program tersebut menjadi arah utama Dinkes untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperluas akses pelayanan bagi masyarakat hingga ke wilayah terpencil.

Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati ditemui usai kegiatan Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama (PTP) di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Jumat (28/8/2026) pagi, mengatakan meski tetap menjalankan program rutin sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap lima program prioritas yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Dari 50 program prioritas Bupati, ada lima yang menjadi fokus utama Dinas Kesehatan. Ini menjadi program yang kami prioritaskan pelaksanaannya di seluruh wilayah Kutai Timur,” ujar Yuwana saat diwawancarai.

Program pertama adalah pemberian bantuan bagi tenaga kesehatan, yang disertai peningkatan kompetensi melalui berbagai bimbingan teknis dan pelatihan. Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan penting agar pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit semakin berkualitas dan memiliki daya saing.

Program kedua menyasar pembangunan serta peningkatan sarana dan prasarana kesehatan untuk mendukung pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

Selanjutnya, program ketiga berfokus pada percepatan penurunan stunting melalui pemberian makanan bergizi dan minum susu gratis bagi sasaran, serta pelaksanaan program Pentas Kutim (Pemantauan Pelayanan Terpadu dan Serentak untuk Tuntaskan Stunting di Kutai Timur).

Yuwana menjelaskan penanganan stunting dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan karena penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan gizi.

“Stunting juga dipengaruhi pola pengasuhan anak, kebersihan, sanitasi, dan perilaku hidup sehat. Karena itu semua stakeholder kami libatkan agar target penurunan stunting hingga 14 persen bisa tercapai,” katanya.

Program keempat adalah menjamin seluruh masyarakat Kutai Timur tetap mendapatkan perlindungan BPJS Kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC). Ia memastikan seluruh warga Kutim saat ini telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Yuwana mengungkapkan, pemerintah daerah juga telah mengatasi persoalan pengalihan peserta BPJS PBI yang sebelumnya menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pembiayaan peserta tersebut kini ditanggung melalui APBD Kutim sehingga tidak ada warga yang kehilangan jaminan kesehatan.

Program kelima adalah layanan dokter keliling untuk mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat di desa dan daerah terpencil. Program ini dijalankan melalui Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) dengan membawa dokter spesialis secara bergantian ke kecamatan sesuai kebutuhan penyakit yang paling banyak ditemukan.

Dalam waktu dekat, layanan PKB akan menyasar Kecamatan Batu Ampar, kemudian berlanjut ke Karangan, Sandaran, Busang, Teluk Lingga, dan Teluk Pandan.

Selain itu, Dinkes Kutim juga bekerja sama dengan organisasi profesi dokter untuk menggelar bakti sosial kesehatan, serta menggandeng Doctor Share melalui program rumah sakit kapal yang direncanakan melayani masyarakat Muara Bengkal dan Muara Ancalong.

“Pelayanan rumah sakit kapal sempat ditunda karena kondisi sungai surut sehingga kapal belum bisa merapat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dilaksanakan,” tutup Yuwana.(kopi10/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini