Beranda Kutai Timur Debit Air Menurun, Perumdam Kutim Benahi Intake Sangatta Selatan

Debit Air Menurun, Perumdam Kutim Benahi Intake Sangatta Selatan

28 views
0

Direktur Utama Perumdam TTB Kutim Suparjan saat meninjau kondisi intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cabang Sangatta Selatan, Selasa, 1 September 2026, untuk melihat kondisi sumber air dan infrastruktur pengambilan air baku di lapangan. Foto: Dok. Perumdam TTB Kutim.

SANGATTA SELATAN – Aliran air yang memasuki titik pengambilan air baku menjadi salah satu simpul penting dalam mata rantai pelayanan air bersih. Ketika debit menurun atau alirannya tidak lagi terkonsentrasi sebagaimana mestinya, gangguan pada bagian hulu dapat menjalar hingga ke proses produksi dan pelayanan kepada pelanggan. Persoalan itulah yang menjadi perhatian Direktur Utama Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam TTB Kutim) Suparjan saat meninjau langsung lokasi intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cabang Sangatta Selatan, Selasa, (1/9/2026).

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi sumber air sekaligus infrastruktur pengambilan air baku yang menjadi bagian penting dalam keberlangsungan operasional IPA. Di lokasi, Direktur Utama mengamati secara langsung aliran air di sekitar area intake yang saat ini mengalami penurunan debit. Kondisi lingkungan di sekitar lokasi turut menjadi perhatian. Perubahan atau gangguan pada kawasan sekitar intake berpotensi memengaruhi operasional dan proses pengambilan air baku. Padahal, ketersediaan air dalam jumlah memadai dan dengan aliran yang stabil merupakan salah satu prasyarat utama agar proses produksi air bersih dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Dari titik pengambilan air itulah proses panjang pelayanan kepada masyarakat bermula.
Karena itu, kondisi intake tidak hanya berkaitan dengan sarana teknis di lapangan. Keandalannya berkelindan (bertalian erat) dengan kesinambungan produksi hingga pelayanan air bersih bagi pelanggan, khususnya masyarakat di wilayah pelayanan Cabang Sangatta Selatan.

Dalam peninjauan tersebut, Direktur Utama memberikan arahan agar dilakukan upaya pembendungan atau pengaturan aliran air di sekitar area intake. Langkah itu dimaksudkan agar air tetap terkonsentrasi pada titik pengambilan dan tidak menyebar ke area lain yang dapat mengganggu fungsi fasilitas tersebut.

“Air perlu dibendung dan diarahkan agar tetap terkonsentrasi di area intake, sehingga proses pengambilan air baku dapat berjalan dengan baik dan tidak mengganggu operasional,” arahan Direktur Utama Perumdam TTB Kutim Suparjan saat peninjauan.

Arahan tersebut menjadi titik awal bagi jajaran Perumdam TTB Kutim untuk menindaklanjuti kondisi di lapangan melalui kajian teknis. Kajian itu diperlukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Penanganan yang akan disiapkan tidak hanya memperhitungkan kebutuhan operasional pengambilan air baku, tetapi juga kondisi lingkungan di sekitar lokasi, keamanan konstruksi, serta keberlanjutan sumber air. Pertimbangan tersebut penting agar langkah yang diambil tidak berhenti sebagai solusi sesaat, melainkan dapat menopang fungsi intake secara lebih berkesinambungan.

Keberadaan sumber air yang terjaga dan infrastruktur pengambilan yang andal menjadi bagian dari hulu pelayanan Perumdam kepada masyarakat. Apabila titik pengambilan air dapat bekerja secara optimal, proses berikutnya dalam pengolahan air memiliki fondasi yang lebih terjaga. Sebaliknya, penurunan debit dan aliran air yang tidak terkendali di sekitar intake dapat menjadi perhatian yang perlu segera dikaji. Dalam sistem pelayanan air bersih, gangguan pada satu mata rantai dapat berpengaruh terhadap rangkaian proses berikutnya.

Peninjauan Direktur Utama TTB Kutim ke IPA Cabang Sangatta Selatan pun menjadi bagian dari komitmen manajemen Perumdam dalam memastikan kondisi sarana dan prasarana air baku tetap mendapat perhatian langsung.
Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keandalan fasilitas, mengantisipasi potensi gangguan operasional, serta mempertahankan kontinuitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Bagi pelanggan, kerja teknis di kawasan intake mungkin berada jauh dari pandangan sehari-hari. Namun, di tempat itulah salah satu tahapan awal pelayanan air berlangsung. Air harus tersedia, alirannya harus dapat diarahkan ke titik pengambilan, kemudian masuk ke proses pengolahan sebelum akhirnya menjadi bagian dari layanan yang diterima masyarakat.
Karena itu, perhatian terhadap kondisi sumber air dan infrastruktur pengambilannya menjadi ikhtiar penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan.

Melalui hasil peninjauan lapangan tersebut, Perumdam TTB Kutim selanjutnya akan melakukan kajian teknis untuk menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi lokasi. Upaya pembendungan atau pengaturan aliran yang diarahkan Direktur Utama akan menjadi bagian dari bahan tindak lanjut, dengan tetap memperhatikan lingkungan, keamanan konstruksi, dan keberlanjutan sumber air baku.

Pada akhirnya, perhatian terhadap intake IPA Sangatta Selatan bermuara pada satu kepentingan yang paling dekat dengan masyarakat: menjaga agar proses produksi dan pelayanan air bersih dapat terus berlangsung bagi pelanggan di wilayah tersebut. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini