Beranda Kutai Timur Proyeksi Produksi 2 Juta Ton Batu Bara ke Metanol, BEC Gerakkan Ekonomi...

Proyeksi Produksi 2 Juta Ton Batu Bara ke Metanol, BEC Gerakkan Ekonomi Baru Kutim 

153 views
0

PT BEC saat memberikan penjelasan terkait groundbreaking. Foto: Nasruddin/Bella Pro Kutim

BENGALON – Proyek PT Bumi Etam Chemical (BEC) Coal to Methanol Project di Kecamatan Bengalon diproyeksikan menghasilkan sekitar 2 juta ton produk batu bara menjadi cairan metanol sekaligus menyerap ribuan tenaga kerja. Kehadiran proyek hilirisasi batu bara ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat dan daerah.

Hal tersebut disampaikan Presiden PT Bumi Etam Chemical (BEC) Rio Supin, dalam wawancara usai prosesi groundbreaking proyek BEC di Bengalon, Senin (31/8/2026).

Rio mengatakan, produksi BEC nantinya akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Apabila terdapat kelebihan produksi, produk tersebut akan diarahkan untuk pasar ekspor.

“Harapannya pertama targetnya adalah memenuhi kebutuhan dalam negeri dulu, dan kemudian jika memang produksinya masih ada sisa, tentu kita akan jual ke ekspor,” ujar Rio.

Selain menghasilkan produk bernilai tambah, proyek BEC juga diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada masa konstruksi, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai 5.000 orang pada periode puncak, dengan rata-rata sekitar 2.000 pekerja selama proses pembangunan.

Sementara setelah memasuki tahap operasional, BEC diperkirakan membutuhkan hampir 800 tenaga kerja.

Rio mengatakan, kebutuhan tenaga kerja tersebut juga menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Mengingat fasilitas yang dikembangkan membutuhkan keahlian khusus yang masih terbatas di Indonesia, pihaknya berencana menggandeng institusi pendidikan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.

“Untuk pekerja ini belum ada juga di Indonesia, jadi kita training dari awal,” katanya.

Ditambahkan Rio juga, sebelum memasuki tahap pembangunan, proyek BEC telah melalui proses kajian panjang selama sekitar 15 tahun. Setelah bankable feasibility study selesai pada 2025, para pemegang saham menyatakan komitmen untuk merealisasikan proyek tersebut.

“Dengan skala produksi dan kebutuhan tenaga kerja yang besar, proyek BEC diharapkan tidak hanya memperkuat hilirisasi batu bara, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian Kutim. Aktivitas proyek berpotensi mendorong pertumbuhan berbagai sektor pendukung, seperti jasa, transportasi, perdagangan, akomodasi hingga UMKM,” tutupnya.

Kehadiran BEC pun diharapkan menjadi salah satu penggerak baru perekonomian Kutim sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai kawasan industri dan hilirisasi di Kalimantan Timur.(kopi12/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini