Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UMKM Kutim Firman Wahyudi meraih Juara 1 Lomba Sanga Belida. Foto: Habibah/Pro Kutim
SANGATTA – Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Firman Wahyudi, berhasil meraih Juara I Lomba Sanga Belida Inovasi 2026 melalui inovasi Sistem Gerak Cepat dan Tepat Koperasi (SIGAP). Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutim di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Selasa (1/9/2026).
Firman mengatakan kemenangan tersebut menjadi puncak dari berbagai capaian Dinas Koperasi dan UMKM dalam membangun ekosistem koperasi di Kutim. Menurutnya, inovasi SIGAP lahir dari aksi perubahan yang dikembangkan saat mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PIM III) dan kini diterapkan sebagai sistem pelayanan sekaligus pengawasan koperasi.
“SIGAP ini merupakan Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat. Melalui aplikasi ini masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor untuk mengetahui status koperasi, cukup diakses melalui barcode atau tautan menggunakan handphone,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SIGAP mengklasifikasikan koperasi ke dalam tiga kategori, yakni hijau untuk koperasi aktif, kuning sebagai koperasi yang membutuhkan pembinaan, dan merah untuk koperasi yang menjadi prioritas penanganan tim satgas. Sistem tersebut memudahkan tim pendataan, pengawasan, dan pembinaan menentukan sasaran kerja secara cepat dan tepat.
Firman menyebut inovasi tersebut menjadi yang pertama di Indonesia dalam pelayanan informasi koperasi berbasis klasifikasi digital. Kehadiran SIGAP diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik sekaligus meningkatkan efektivitas pembinaan koperasi di Kutim.

Selain berbicara mengenai inovasi SIGAP, Firman juga mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih Kutim di bidang perkoperasian merupakan hasil kerja berkelanjutan sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2022 hingga 2025, Kutim secara berturut-turut meraih predikat pembina koperasi terbaik se-Kalimantan Timur.
Pada 2024, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman juga menerima penghargaan sebagai Pembina Koperasi Andalan tingkat nasional dari Dekopin Pusat. Sementara pada 2026, pemerintah daerah kembali memperoleh penghargaan langsung dari Menteri Koperasi atas komitmen dalam mengembangkan koperasi di Kutim.
Menurut Firman, jumlah koperasi di Kutim kini telah berkembang menjadi lebih dari 600 unit. Pertumbuhan tersebut didorong melalui strategi jemput bola, pelatihan yang diperbanyak, hingga pelaksanaan Gebyar Koperasi dan UKM yang menjadi percontohan di Kalimantan Timur.
“Prestasi ini bukan akhir. Ke depan kami akan terus menghadirkan inovasi-inovasi baru agar pelayanan dan pembinaan koperasi di Kutai Timur semakin baik,” tutupnya.(kopi10/kopi13/kopi3)




























