Jalannya Pelantikan DPD KKK Kutim dihadiri Wakil Bupati Mahyunadi. Foto: Irfan/Pro Kutim
SANGATTA — Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kabupaten Kutai Timur masa bakti 2026–2031 baru saja sah dilantik oleh Ketua DPW KKK Stenly Mowilos di Hall Indoor GOR Bela Diri Kompleks Stadion Kudungga, Sabtu (5/9/2026) malam. Momentum penting mempererat persaudaraan sekaligus merajut kontribusi nyata warga Kawanua rumpun Minahasa Sulawesi Utara (Sulut) bagi pembangunan daerah itu mengusung tema besar “Esa Lalan, Esa Toroan” atau Satu Jalan Satu Tujuan.
Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Wakil Ketua Umum Bidang Sosial dan Kesehatan DPP KKK Fabian Sarundajang yang hadir mewakili Ketua Umum DPP KKK Angelica Tengker serta sejumlah pimpinan perwakilan paguyuban lintas etnis di Kutim.
Dalam pidato perdananya, Ketua DPD KKK Kutim terpilih, Semuel Sagai, menyampaikan rasa syukur serta menerima amanah tersebut dengan penuh kerendahan hati.

“Jabatan ketua bukanlah tugas perorangan, melainkan kerja bersama yang membutuhkan dukungan, masukan, kritik, serta kerja sama dari seluruh pengurus, senior, tokoh masyarakat, pemuka agama, pimpinan paguyuban lintas etnis, dan seluruh warga Kawanua di Kutai Timur,” tegasnya.
Semuel mengajak seluruh anggota untuk memposisikan KKK bukan sekadar sebagai wadah organisasi biasa, melainkan sebagai “rumah bersama” bagi seluruh warga Kawanua di Bumi Etam. Ia juga menyerukan agar semangat mapalus yakni tradisi saling membantu, saling menopang, dan saling menguatkan terus dijaga tanpa memandang perbedaan latar belakang suku, ras, profesi, maupun pilihan politik.

Kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Kutim, Semuel menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang selama ini telah diberikan. Ia berharap sinergi dan komunikasi antara keluarga besar Kawanua dan pemerintah daerah dapat terus terjalin erat dalam mengawal proses pembangunan di Kutim.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW KKK Stenly Mowilos dalam arahannya mengingatkan bahwa organisasi Kawanua merupakan milik bersama seluruh warga Kawanua yang berada di perantauan, bukan milik perorangan. Ia menegaskan bahwa istilah “Kawanua” sendiri sejatinya hanya disematkan kepada masyarakat asal Minahasa yang merantau di luar daerah, bahkan eksis hingga mancanegara.
“berharap momentum pelantikan ini mampu memperkuat komitmen kuat warga Kawanua untuk merawat persaudaraan, menjaga persatuan dan kesatuan, serta aktif mendukung suksesnya pembangunan di Kutai Timur,” pintanya.

Ia juga menitipkan warganya kepada pemerintah daerah agar senantiasa dilibatkan dalam berbagai ruang partisipasi pembangunan, memegang teguh filosofi di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.(kopi13/kopi3)




























