Wabup Kutim Mahyunadi sampaikan sambutan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Ponpes Mambaul Ulum. Foto Bagus/Pro Kutim
SANGATTA SELATAN — Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum menggelar Pengajian dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M pada Minggu (6/9/2026). Suasana khidmat menyelimuti rangkaian acara yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) para tokoh agama, serta ratusan jamaah dan santri.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh M Faeyza Mahib Al-Fatih dan M Daffa Ar-Ridzky. Kemeriahan dilanjutkan dengan penampilan paduan suara dari santriawan-santriawati serta unjuk kebolehan hafalan dari santri program weekend Mambaul Ulum.
Ketua Panitia, Muslimin, menyampaikan perjalanan panjang berdiri dan berkembangnya Ponpes Mambaul Ulum. Lahan pesantren yang kini berkembang pesat tersebut dulunya merupakan area kebun sayur pada 10 tahun lalu. Berkat inisiasi Kyai Muslih dan permodalan swadaya jemaah, Yayasan Mambaul Ulum kini mengelola unit TPA, Santri Weekend (Sabtu-Minggu), Ponpes, hingga jenjang pendidikan formal SMP, dengan target pengembangan ke jenjang SMA.
Tak hanya fokus pada pendidikan, yayasan juga memperkuat ketahanan ekonomi pesantren melalui Bank Sampah binaan jamaah dan Koperasi Wirausaha Santri.

“Hasil pengelolaan Bank Sampah disumbangkan langsung untuk kebutuhan ponpes. Saat ini santri juga sudah menjalankan usaha penjualan telur itik dan berencana mengembangkan peternakan ayam. Tujuan kami agar anak-anak tidak hanya hebat di bidang agama, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” ujar Muslimin.

Ia menambahkan bahwa proses pengukuran lahan untuk pembangunan asrama santriwati dan akses jalan telah selesai dilaksanakan.

Wabup Kutim, Mahyunadi, yang hadir didampingi Kepala Dinas Sosial Ernata Hadi Sujito, mengapresiasi laju pembangunan Ponpes Mambaul Ulum. Kehadiran pesantren ini dinilai memberikan rasa aman sekaligus mendukung visi dan misi Pemkab Kutim dalam mencetak SDM berakhlak mulia.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pesantren dengan progres perkembangan tercepat ini, Pemkab Kutim mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur.

“Pemkab Kutim berkomitmen mendukung pengembangan pesantren ini. Kami mengalokasikan anggaran Rp 1,4 miliar untuk pembangunan asrama putri, serta Rp 4 miliar untuk semenisasi dan perbaikan jalan menuju kawasan Ponpes Mambaul Ulum,” tegas Mahyunadi.
Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini kemudian diakhiri dengan alunan selawat dan pertunjukan seni hadroh oleh para santri.(kopi5/kopi13/kopi3)




























